Cahya Ernawan Jabat Kepala Bapenda Baru Samarinda, Targetkan Inovasi Digitalisasi Pajak

Foto: Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Cahya Ernawan resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda. Usai pelantikan, ia menegaskan akan menggunakan dua bulan pertama masa jabatannya untuk konsolidasi internal serta memotret potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih bisa digali.

Cahya menyebut, langkah awal yang ia ambil adalah melakukan rekonsiliasi dan penyesuaian internal. Menurutnya, waktu dua bulan yang diberikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk melakukan evaluasi ke dalam.

“Saya akan manfaatkan waktu itu untuk melihat sektor-sektor mana yang bisa ditingkatkan dan dioptimalkan. Setelah itu baru kita bergerak lebih cepat,” ujarnya kepada Radar Samarinda di GOR Segiri, Senin (29/9/2025).

Mantan pejabat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda ini menambahkan, proses seleksi dirinya berjalan transparan dan kompetitif. Ia menegaskan bahwa jabatannya bukan hasil kompromi politik atau transaksional.

“Seleksi berjalan bersih, kompetabel, dan transparan. Tidak ada uang spesial atau semacamnya. Semua sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga:   DPRD Samarinda Dukung Penyesuaian PBB 2025, Dorong Kemandirian Daerah dan Nilai Aset Warga

Sebagai pimpinan baru, Cahya mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot PAD Samarinda, apalagi setelah adanya arahan dari Wali Kota agar daerah berinovasi dalam menggali potensi pendapatan menyusul turunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.

Salah satu fokusnya adalah mempercepat digitalisasi dalam pemungutan pajak daerah. Menurut Cahya, digitalisasi akan membantu transparansi, efisiensi, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Misalnya ada rumah yang sudah berdiri, tapi datanya masih tercatat tanah. Itu akan kita update lewat digitalisasi database. Termasuk nanti kemudahan pembayaran pajak lewat ponsel, agar masyarakat lebih nyaman,” jelasnya.

Selain digitalisasi, pendekatan persuasif juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat pajak. Cahya menilai, penting bagi masyarakat untuk merasa bahwa pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pelayanan publik.

“Kalau masyarakat paham manfaatnya, mereka akan lebih ikhlas membayar pajak. Itu akan kita sosialisasikan secara luas,” ucapnya.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa peningkatan PAD tidak akan dilakukan dengan cara membebani masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), misalnya, sudah pernah dinaikkan sesuai aturan, dan kini dibatasi maksimal sesuai Peraturan Wali Kota.

Baca Juga:   Warga Keluhkan Mahalnya Biaya Ambulans dan Tempat Ibadah yang Kurang Layak

“Kita tidak akan lagi menaikkan PBB di luar batas itu. Fokusnya lebih ke optimalisasi sektor lain yang masih memiliki potensi,” tegas Cahya.

Cahya juga mengakui bahwa tren PAD Samarinda selama kepemimpinan Wali Kota, Andi Harun menunjukkan grafik yang positif. Ia berharap dapat melanjutkan tren tersebut dengan inovasi baru dan koordinasi yang baik bersama jajaran Bapenda sebelumnya.

“Grafiknya sangat luar biasa. Nanti saya akan koordinasi dengan pimpinan lama, belajar triknya, lalu mengembangkannya lewat inovasi. Harapannya PAD bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan Bapenda dalam meningkatkan PAD akan sangat bergantung pada kerja sama seluruh tim. Konsolidasi internal, menurutnya, adalah kunci agar setiap potensi bisa digarap secara maksimal.

“Tidak bisa jalan sendiri, semua harus kompak. Itulah yang akan saya lakukan dalam dua bulan ke depan, sebelum tancap gas,” kata Cahya.

Di akhir keterangannya, Cahya mengingatkan bahwa target PAD yang dicanangkan bukan sekadar angka, melainkan juga ukuran kinerja yang akan dinilai langsung oleh Wali Kota.

Baca Juga:   Pemkot Bantah Relokasi Pasar Subuh Terkait Kawasan Chinatown

“Kalau kemarin kinerjanya 1, maka tahun depan harus 1,1. Artinya ada peningkatan. Itu yang jadi tantangan kami. Mudah-mudahan dalam dua bulan ini, potensi yang ada bisa segera kami petakan dan tindaklanjuti,” pungkasnya.

Pelantikan Cahya Ernawan sebagai Kepala Bapenda sendiri telah mendapat rekomendasi resmi dari BKN melalui surat Nomor 27131/R-AK.02.02/SD/K/2025 tanggal 16 Mei 2025, serta persetujuan pengangkatan dari Kementerian Dalam Negeri dengan surat Nomor 100.2.2.6/2892/SJ tanggal 2 Juni 2025.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER