Foto: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang melanda kota dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras yang mengguyur dengan intensitas sedang hingga tinggi tercatat terjadi setidaknya tiga kali dalam sepekan, mengakibatkan sejumlah kejadian pohon tumbang bahkan menimpa rumah warga.
Menurut Saefuddin, kondisi geografis Samarinda yang memiliki banyak kawasan perbukitan dan tebing curam menuntut warga di wilayah rawan agar lebih berhati-hati.
“Masyarakat terutama yang rumahnya berada di lereng-lereng dan pinggiran tebing harus waspada. Cuaca sekarang ini cukup ekstrem, jangan sampai menimbulkan masalah susulan,” ujarnya, Selasa (24/9).
Ia menambahkan, peristiwa tanah longsor sempat terjadi di kawasan Sungai Kutang, yang bahkan memaksa sejumlah kepala keluarga mengungsi demi keselamatan. Situasi tersebut, kata dia, menjadi peringatan agar seluruh warga lebih sigap menghadapi kemungkinan bencana serupa.
Saefuddin mengaku bersyukur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi longsor maupun titik rawan lainnya.
Upaya penanggulangan dilakukan mulai dari evakuasi korban, pembersihan material longsor, hingga pengawasan wilayah terdampak. Dirinya memastikan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama.
“Kita apresiasi kerja cepat BPBD yang langsung turun ke lapangan. Penanggulangan yang dilakukan sudah cukup baik, sehingga dampak longsor bisa segera diminimalisir,” jelasnya.
Meski begitu, Saefuddin menekankan pentingnya kesadaran warga untuk turut menjaga lingkungan sekitar. Salah satunya dengan tidak menebang pohon sembarangan dan memperhatikan drainase rumah, agar tidak memicu pergeseran tanah saat hujan deras.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah, pohon miring, atau dinding rumah yang bergeser. Laporan cepat akan memudahkan pemerintah untuk mengambil tindakan sebelum terjadi bencana yang lebih besar.
“Harapan kita semua, semoga tidak ada lagi kejadian yang menimbulkan korban maupun kerugian besar. Tapi upaya pencegahan dan kewaspadaan harus tetap kita kedepankan,” pungkas Saefuddin.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan mobilitas. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi menimbulkan gangguan di beberapa titik rawan banjir maupun pohon tumbang.
“Cuaca akhir-akhir ini memang sedang tidak bersahabat, kami menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam bepergian dan melaporkan kepada kami terhadap bencana yang terjadi di kawasan sekitar,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



