Iswandi Soroti Terowongan hingga Teras Samarinda, Minta Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga

Foto: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, saat diwawancarai usai diskusi implementasi Trisakti Bung Karno. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, melontarkan kritik terhadap arah pembangunan Kota Samarinda yang dinilainya belum sepenuhnya berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti diskusi bertajuk implementasi Trisakti Bung Karno di Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Menurut Iswandi, konsep Trisakti yang digagas Presiden pertama RI, Soekarno, seharusnya menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Prinsip tersebut meliputi kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.

“Kalau perencanaan APBD, pembangunan sosial, kebudayaan, dan pembangunan daerah mengacu pada Trisakti Bung Karno, sebenarnya aman. Yang menjadi masalah selama ini, konsep itu belum benar-benar dijadikan parameter dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai Samarinda memang mengalami sejumlah kemajuan pembangunan. Namun di sisi lain, masih terdapat proyek-proyek yang menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Iswandi mencontohkan sejumlah proyek besar seperti revitalisasi Pasar Pagi, Terowongan Samarinda, hingga Teras Samarinda yang menurutnya kerap memunculkan polemik publik.

Baca Juga:   Tanpa Tenaga RO, Optik Bakal Ditutup, AROGAPOPIN Siap Ciptakan Tenaga RO Andal & Profesional

“Pertanyaannya sederhana. Pembangunan itu atas nama rakyat atau keinginan rakyat? Kalau memang keinginan rakyat, tidak akan terjadi polemik. Tapi kalau hanya mengatasnamakan rakyat, tentu akan muncul perdebatan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah pembangunan yang memang dibutuhkan masyarakat. Namun ia menilai sebagian proyek masih menyisakan pertanyaan mengenai tingkat kebutuhan dan penerima manfaatnya.

Selain menyoroti pembangunan fisik, Iswandi juga berbicara mengenai dinamika politik menjelang Pemilihan Wali Kota Samarinda mendatang.

Ia menegaskan PDI Perjuangan berkeinginan memberi ruang lebih besar kepada kader internal untuk maju sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota.

“Insyaallah kami ingin mendorong kader sendiri. Selama ini kita sering mendorong figur di luar kader, hasilnya ya seperti yang dirasakan sekarang. Kalau mau membangun Samarinda lebih baik, tentu kader sendiri harus diberi kesempatan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi Pilwali Samarinda, Iswandi menyatakan siap apabila mendapat penugasan dari partai.

“Sebagai kader partai, saya siap ditugaskan di mana saja. Jangankan wali kota, kalau ditugaskan jadi gubernur pun saya siap. Tapi semua ada mekanisme partai dan keputusan akhir tetap di DPP,” ujarnya.

Baca Juga:   Joni: Minyak Dunia Turun, Pemerintah Malah Naikkan Harga BBM

Ia juga menepis adanya komunikasi politik terkait kemungkinan berpasangan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Helmi Abdullah, yang sebelumnya menyatakan kesiapan maju dalam Pilwali Samarinda.

“Masih terlalu dini bicara itu. Politik itu dinamis. Yang penting kalau maju bukan sekadar maju, tapi harus menang agar bisa menjalankan gagasan yang diperjuangkan,” tutupnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

BERITA POPULER