ISPA di Samarinda Memburuk, Capai 8.609 Kasus

SAMARINDA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Samarinda terus meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Hingga 16 September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat 8.609 kasus ISPA, dengan tren kenaikan yang disebut mencapai hampir 30 persen.

Kondisi tersebut mendorong Dinkes Samarinda memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk memastikan ketersediaan obat dan peralatan medis untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, mengatakan peningkatan kasus ISPA terus merangkak naik sejak awal bulan September.

WhatsApp Image 2026 09 17 at 17.56.21
Kadinkes Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih saat diwawancara (Foto: Abdi/Media Kaltim)

“Ini meningkatnya terus meningkat di atas hampir 30 persen,” terangnya kepada Media Kaltim, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi resmi Dinas Kesehatan Kota Samarinda per 16 September 2026, kasus ISPA telah menyentuh angka 8.609 kasus hanya dalam rentang waktu dua pekan. Jumlah tersebut kian mendekati akumulasi bulanan sebelumnya, yakni 9.994 kasus pada Juni, 10.011 kasus pada Juli, dan 12.176 kasus sepanjang Agustus 2026.

“Kemarin ya, Agustus terhadap Juli dan Juni itu sekitar 22 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:   Sempat Terdengar Dua Kali Ledakan, Kebakaran Hanguskan 4 Ruko di Samarinda Utara

Merespons tren kenaikan yang signifikan tersebut, jajaran instansi kesehatan memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan medis berada dalam status siaga penuh dengan ketersediaan obat yang memadai.

“Melihat dari kesiapan pengobatan dan peralatan kesehatan untuk mengantisipasi ini, insyaAllah siap,” jelasnya.

Ismed menegaskan, kesiapsiagaan logistik tersebut juga ditopang oleh koordinasi intensif bersama Kementerian Kesehatan RI yang rutin memantau perkembangan situasi dampak kabut asap di sepuluh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

“Setiap hari kita intensif dengan mereka, ada grup WA bersama kementerian”, tuturnya.

Pemerintah Kota Samarinda bahkan telah menyiagakan alokasi anggaran tanggap darurat bencana untuk menyokong kebutuhan masker, obat-obatan, serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) jika lonjakan pasien terus berlanjut.

“Dari Satgas Pemkot kan juga ada anggaran untuk kesiapsiagaan terhadap bencana ini”, bebernya.

Selanjutnya, guna menekan laju penularan dan keparahan penyakit, Dinkes mengimbau warga menjalankan langkah pencegahan dengan memakai masker saat berisiko, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta menjaga ventilasi ruangan.

Evaluasi terpadu bersama faskes primer pun terus diperbarui setiap hari guna memantau perkembangan kurva penderita di lapangan.

Baca Juga:   9 Ribu Warga Masuk Kategori Miskin Ekstrim, Terbanyak di Samarinda Utara

“Nanti datanya saya share ke teman-teman, data ISPA harus menghimpun dari seluruh faskes”, imbuhnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Nicha R

BERITA POPULER