Foto: Persawahan di Jl. Pelita 6, Sambutan, Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan lahan yang selama ini belum produktif untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian.
Pemanfaatan lahan tidur dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan potensi lahan di Samarinda masih cukup besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, sejumlah lahan yang saat ini tidak dimanfaatkan justru berpotensi digunakan untuk mendukung produksi pangan daerah.
Bahkan, ia menyoroti masih ditemukannya aktivitas tambang ilegal di sejumlah kawasan yang dinilai lebih tepat jika dialihkan untuk kegiatan pertanian.
“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ, seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat, banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan,” kata Kamaruddin.
Menurut Kamaruddin, pengembangan lahan pertanian tidak cukup hanya dengan menetapkan kawasan atau membuka lahan.
Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi dan sistem pengairan.
Ia menilai persoalan pengairan masih menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Samarinda.
Infrastruktur yang tersedia saat ini dinilai masih terbatas dan belum mampu menunjang pengembangan pertanian secara maksimal.
“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan, ada sih ada hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.
Kamaruddin meminta Pemkot Samarinda tidak berhenti pada tahap perencanaan. Menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk membuka lahan pertanian, menata kawasan yang belum produktif, serta membangun sarana pengairan agar lahan tersebut benar-benar dapat menghasilkan.
Ia menilai pengelolaan lahan secara optimal juga harus melibatkan masyarakat.
Dengan demikian, lahan yang selama ini terbengkalai dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi warga.
Meski produksi sejumlah komoditas sayuran sudah dilakukan petani lokal, Kamaruddin menyebut Samarinda masih memiliki pekerjaan besar untuk mewujudkan ketahanan pangan, khususnya untuk komoditas beras.
“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras tetapi kalau untuk sayur-mayur mungkin kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



