Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menepis kabar yang menyebut adanya dana mengendap hingga Rp1,4 triliun di kas Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, informasi tersebut keliru dan bisa menimbulkan kesalahpahaman publik terkait pengelolaan keuangan daerah.
Ia menegaskan, pemkot tidak pernah menahan uang daerah tanpa alasan. Semua dana yang tersimpan pada rekening pemerintah memiliki fungsi dan tujuan jelas sesuai alur pembayaran kegiatan.
“Ini bukan uang yang disimpan di bawah bantal. Semua ditempatkan di bank daerah, sesuai ketentuan. Dan itu untuk membiayai kebutuhan yang sudah terjadwal,” kata Andi Harun, Jumat (24/10/2025).
Pria yang karib disapa AH ini menjelaskan bahwa saldo pada rekening kas umum daerah (RKUD), merupakan dana yang sedang menunggu proses penyaluran. Pasalnya, sejumlah program, proyek fisik, hingga pembayaran rutin membutuhkan mekanisme pencairan yang bertahap.
Sepanjang tahun anggaran, lanjutnya, arus masuk kas juga tidak terjadi sekaligus. Dana mengalir per triwulan dari berbagai pos, mulai pendapatan asli daerah (PAD), transfer provinsi, hingga penerimaan dari pemerintah pusat seperti dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH).
“Kalau dicek di satu titik waktu pasti ada saldo. Tapi bukan berarti duit itu mengendap. Kami hanya menunggu jadwal pembayaran,” jelasnya.
Sebagai contoh, ia menyebut proyek pembangunan biasanya dibayar berdasarkan progres pekerjaan. Ada uang muka, ada termin, dan pelunasan di akhir setelah pekerjaan selesai.
Ia juga menyebut jumlah saldo kas saat ini tidak seperti klaim yang beredar. Nilainya diperkirakan berada pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Dan itu pun, tegas Andi Harun, sudah dialokasikan untuk kebutuhan yang sedang berjalan.
“Dana daerah itu cepat terserap. Dikasih Rp10 triliun pun habis untuk membiayai program masyarakat. Jadi tidak ada kepentingan untuk menahan uang itu,” ujarnya.
Pihaknya memastikan tata kelola keuangan kota dilakukan transparan dan berada dalam pengawasan ketat. Bahkan, ia memastikan bahwa bunga dari simpanan kas di bank pun otomatis kembali menambah pendapatan daerah.
“Tidak ada ruang untuk main-main dalam pengelolaan uang negara. Semuanya tercatat dan diaudit,” tandasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



