450 Orang Berebut 192 Rumah Subsidi di Samarinda, Antre Sejak Dini Hari

Teks foto: Warga memadati lokasi pendaftaran rumah subsidi Grha Mandiri 9 di Jalan Ahmad Yani, Samarinda, Kamis (27/8/2026). Sebanyak 450 orang mengambil nomor antrean untuk memperebutkan 192 unit rumah. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Rumah subsidi seharga Rp182 juta di Samarinda menjadi rebutan. Sebanyak 450 orang mengambil nomor antrean untuk memperebutkan hanya 192 unit rumah Grha Mandiri 9 di kawasan Jalan Perjuangan.

Antrean bahkan dimulai sejak dini hari. Setelah mendapatkan nomor, calon pembeli kembali mendatangi lokasi pendaftaran di Jalan Ahmad Yani (Cendrawasih) Nomor 1B, Samarinda, Kamis (27/8/2026) pagi, untuk menyerahkan berkas.

Tingginya jumlah peminat membuat lokasi pendaftaran dipadati warga. Helm calon pembeli berjajar di sekitar lokasi sementara mereka menunggu giliran menyerahkan dokumen.

Manager Perencanaan PT Grha Mandiri Kaltim M. Riza mengatakan jumlah peminat mencapai sekitar 450 orang, sedangkan rumah yang tersedia hanya 192 unit.

“Antusiasnya tinggi. Kuotanya terbatas, sementara yang mendaftar sekitar 450 orang,” ujar Riza.

Artinya, satu rumah diperebutkan lebih dari dua calon pembeli.

Menurut Riza, lokasi menjadi salah satu daya tarik proyek tersebut. Grha Mandiri 9 berada di Jalan Perjuangan kawasan Gerilya, dengan akses menuju Sambutan, Lambung, Merdeka, Pelita dan sejumlah kawasan lainnya.

Baca Juga:   Rudy-Seno Siap Wujudkan Sekolah Gratis di Kaltim Lewat GRATISPOL, Begini Skema Hitung-hitungannya

Selama ini, rumah subsidi lebih banyak dibangun di kawasan yang relatif jauh dari pusat kota. Tingginya harga tanah perkotaan menjadi salah satu penyebab karena harga jual rumah subsidi telah ditetapkan pemerintah.

Pengembang harus menyesuaikan harga tanah dan biaya pembangunan agar rumah tetap dapat dijual sesuai batas harga tersebut.

Di Grha Mandiri 9, rumah ditawarkan sekitar Rp182 juta per unit.

Meski berstatus rumah subsidi, calon pembeli tetap harus menyediakan dana awal. Dalam skema KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang ditawarkan pengembang, paket awal ditetapkan Rp20 juta.

Berdasarkan informasi PT Grha Mandiri Kaltim, paket tersebut mencakup uang muka atau DP, biaya KPR dan sertifikat hak milik (SHM).

Calon pembeli juga dikenakan Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebesar Rp500 ribu sebagai biaya pemesanan unit pada tahap awal.

Pembiayaan rumah menggunakan bunga 5 persen dengan skema angsuran tetap sesuai ketentuan KPR subsidi.

Namun, mendapatkan nomor antrean dan menyiapkan dana awal belum menjamin calon pembeli memperoleh rumah.

Baca Juga:   Wagub Seno Aji Tinjau Lokasi Longsor Lempake, Salurkan Bantuan dan Janjikan Rumah Layak Huni

Mereka tetap harus memenuhi persyaratan penerima rumah subsidi dan lolos analisis kredit bank penyalur.

Riza mengatakan proses dilakukan berdasarkan urutan calon pembeli yang menyerahkan data. Seluruh berkas kemudian diperiksa untuk menentukan kelayakan memperoleh KPR subsidi.

Salah satu faktor yang diperiksa adalah riwayat kredit. Pinjaman, cicilan hingga penggunaan layanan paylater dapat menjadi bagian dari penilaian bank.

Riza mengingatkan calon pembeli, terutama kalangan muda, agar tidak menganggap remeh tunggakan pembayaran meskipun nilainya kecil.

“Nilainya memang kecil, tetapi kalau lupa dibayar bisa bermasalah ketika dilakukan pengecekan. Bank sangat kaku dalam hal ini,” katanya.

Selain riwayat kredit, calon penerima harus memenuhi ketentuan penghasilan serta status kepemilikan rumah sesuai persyaratan program subsidi.

Tingginya jumlah peminat juga membuat pengembang memperketat pendaftaran. Praktik titip nama maupun pengalihan nomor antrean tidak diperbolehkan.

“Siapa yang antre, dia yang menjadi pemohon. Kami menghindari titip nama atau setelah mengantre kemudian diganti dengan nama orang lain,” tegas Riza.

Rumah yang ditawarkan umumnya bertipe 36 dengan luas kavling 6 x 12 meter atau 72 meter persegi. Bangunan terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan ruang serbaguna yang dapat digunakan sebagai ruang tamu.

Baca Juga:   Geger! Bayi Perempuan Ditemukan di Langgar Annidhol Samarinda

Pemilik diperbolehkan melakukan penambahan ringan seperti kanopi, pagar maupun dapur di bagian belakang. Namun, renovasi ekstrem dengan membongkar seluruh struktur dan membangun ulang tidak diperbolehkan.

PT Grha Mandiri Kaltim telah mengembangkan rumah subsidi sejak 2017. Sejumlah proyek sebelumnya berada di Lempake, Bengkuring, Lok Bahu dan Karang Mulia.

Pengembangan di kawasan Jalan Perjuangan dilakukan secara bertahap. Grha Mandiri 3, 5, 6 dan 7 disebut telah selesai. Kini Grha Mandiri 9 menyediakan 192 unit.

Jumlah tersebut langsung diserbu sekitar 450 peminat. Persaingan mendapatkan rumah belum selesai di meja pendaftaran. Dari ratusan orang yang telah mengantre, hanya mereka yang memenuhi persyaratan program subsidi dan lolos analisis perbankan yang akhirnya bisa mendapatkan unit. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

BERITA POPULER