Teks photo: Pemasangan garis polisi di sekitaran lokasi terjadi nya kebocoran pipa jaringan gas. (Dimas/Media Kaltim)
SAMARINDA – Aktivitas uji coba pipa jaringan gas (jargas) rumah tangga di kawasan Jalan Kemakmuran, Kota Samarinda, sempat menghebohkan warga setempat pada malam hari. Suara dentuman keras yang disertai semburan cairan lumpur sempat diduga warga sebagai ledakan gas alam yang bocor.
Insiden tersebut terjadi di sebuah warung makan milik warga bernama Juni sekitar pukul 22.30 WITA, saat kondisi warung sedang ramai pengunjung yang tengah bernyanyi.
Menurut kesaksian Juni, suara gemuruh mendadak terdengar disusul oleh satu kali hantaman dentuman yang cukup besar hingga memicu kepanikan luar biasa.
“Saya dengarnya suara kayak gemuruh gitu dari area kasir, lalu meledak sekali, besar. Pengunjung langsung panik dan berhamburan lari keluar,” ujar Juni saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, tiga orang pengunjung yang berada di lokasi dilaporkan terkena semburan material lumpur hingga basah kuyup di sekujur tubuh. Selain mengotori area warung, getaran dari tekanan tersebut juga menyebabkan beberapa fasilitas gelas pecah.
Merespons kepanikan warga, pihak pelaksana proyek dari PT Panca Indah Jayamahe langsung memberikan klarifikasi di tempat. Hubungan Masyarakat (Humas) perusahaan, Samsudin, menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat kebocoran pipa saat dilakukan uji tekanan udara (pressure test), dan dipastikan tidak melibatkan gas bumi sama sekali.
“Kami pastikan belum ada gas yang mengalir di jaringan tersebut. Media yang kami gunakan untuk menguji kekuatan pipa saat ini murni kompresor udara, bukan gas,” terang Samsudin.
Samsudin menjelaskan, cairan keruh yang menyembur bersama udara tersebut merupakan campuran material bawah tanah dan odoran—zat penanda bau yang sengaja dimasukkan ke dalam pipa.
“Fungsi cairan odoran itu memang untuk mendeteksi di mana titik kebocorannya lewat aroma mirip gas. Tekanan uji coba yang kami pakai cukup tinggi, berkisar antara 4 hingga 6 bar. Jadi ketika ada pipa yang bocor, tekanan angin tinggi itu mengempaskan material tanah ke atas sehingga tampak seperti ledakan. Kalau itu ledakan gas, pasti sudah memicu semburan api,” tambahnya lagi.
Pihak PT Panca Indah Jayamahe menyatakan bertanggung jawab penuh atas segala kerugian material maupun dampak psikologis yang dialami warga di sekitar lokasi. Samsudin mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pemilik warung terdampak untuk mendata kerusakan fasilitas, termasuk mengganti kerugian dari para pengunjung yang langsung melarikan diri sebelum menyelesaikan pembayaran.
Sebagai langkah evaluasi dan antisipasi agar warga tidak panik pada uji coba berikutnya, pihak kontraktor berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan.
“Mulai besok kami akan menambah personil untuk berjaga secara standby di setiap Regulating Station (stasiun pengatur tekanan). Jika nanti tercium aroma menyengat atau indikasi kebocoran, petugas bisa langsung mematikan kompresor dan membuang tekanannya secara aman,” jelas Samsudin.
Pihak pengembang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Berdasarkan cetak biru teknis, proyek jargas Samarinda ini ditargetkan mulai aktif menyalurkan gas rumah tangga pada bulan September mendatang dengan pasokan utama dari Pelita 7 yang saat ini sudah aktif.
Jalur pipa jargas ini nantinya akan mengaliri sejumlah kawasan di Samarinda, mulai dari kawasan Kesejahteraan, Sentosa Dalam, Gerilya Gang Sepakat, Damanhuri, hingga kawasan Jalan P. Antasari.
Saat beroperasi secara normal nanti, tekanan gas jargas rumah tangga dipastikan sangat rendah dan aman, yakni hanya berkisar di angka 0,02 Bar atau 0,3 PSI. Angka ini jauh lebih rendah dan aman dibanding tekanan tabung gas elpiji konvensional yang biasa mencapai 8 hingga 10 Bar. (Dim)
Pewarta: Dimas
Editor: Andi Desky



