Tinggalkan Biro Adpim, Syarifah Siap Pimpin DKP3A Kaltim Tangkal Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

Foto: Kepala DKP3A Kaltim, Syarifah Alawiyah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Mutasi jabatan menjadi babak baru dalam perjalanan karier birokrasi Perempuan kelahiran Samarinda, 8 Agustus 1971, Syarifah Alawiyah.

Setelah memimpin Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kalimantan Timur (Adpim Setda Kaltim) selama beberapa tahun, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.

Syarifah mengaku baru mengetahui penempatan jabatan barunya saat prosesi pelantikan pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim yang dipimpin Gubernur Rudy Mas’ud pada Senin (29/6/2026).

Meski tidak memiliki persiapan khusus, ia menyatakan siap menjalankan tugas di organisasi perangkat daerah yang memiliki fokus berbeda dengan jabatan sebelumnya.

“Alhamdulillah hari ini saya dilantik. Sebelum pelantikan kami memang belum tahu akan ditempatkan di mana. Belum ada persiapan khusus, tetapi selama ini saya beberapa kali menjadi narasumber terkait isu kewanitaan dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Bagi Syarifah, mutasi merupakan bagian dari dinamika dan pengabdian seorang aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, ia memilih menerima amanah tersebut dengan kesiapan untuk mempelajari berbagai tantangan yang akan dihadapi di lingkungan kerja yang baru.

Baca Juga:   SMAN 10 Samarinda Kembali ke Samarinda Seberang, DPRD Kaltim: Hormati Putusan MA

Syarifah telah mengabdikan diri sebagai ASN selama lebih dari 35 tahun. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya hingga akhirnya dipercaya memimpin Biro Adpim melalui mekanisme seleksi terbuka pada 2022.

Kini, tanggung jawabnya bergeser dari mengoordinasikan urusan administrasi pimpinan daerah menuju penanganan isu-isu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya perlindungan perempuan dan anak.

Di balik semangat menerima amanah baru, Syarifah tidak menampik rasa harunya saat harus meninggalkan Biro Adpim yang selama ini menjadi tempatnya mengabdi.

Ia mengaku telah membangun hubungan yang erat dengan seluruh pegawai hingga suasana kerja di biro tersebut terasa seperti keluarga sendiri.

“Saya sedih sekali meninggalkan Biro Adpim. Di sana saya selalu berusaha membangun suasana kerja seperti keluarga. Ketika teman-teman tahu saya pindah, banyak yang menghubungi dan ikut merasa kehilangan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai setiap perpindahan jabatan membawa kesempatan untuk memberikan kontribusi di bidang yang berbeda.

Di DKP3A, ia berkomitmen memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat

Baca Juga:   Legislator Kerap Bolos Rapat Paripurna, Badan Kehormatan DPRD Kaltim Akan Ambil Langkah Tegas

Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak cukup ditangani melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan penguatan edukasi dan ketahanan keluarga sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, ia ingin program-program DKP3A tidak hanya berfokus pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kalau hanya mengundang masyarakat datang ke sosialisasi mungkin belum cukup. Kami harus turun langsung ke lapangan, masuk ke daerah-daerah yang rawan, dan membangun kolaborasi dengan semua pihak,” tegasnya.

Mengawali tugas barunya, Syarifah berharap dapat segera beradaptasi sekaligus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi perempuan dan anak di Benua Etam.

“Doakan saya agar diberikan kemudahan dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk perempuan dan anak-anak di Kalimantan Timur,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER