PLN UP3 Samarinda Targetkan Pemadaman Bergilir Berakhir Juli 2026, Perbaikan Dua PLTU Masih Berlangsung

Foto: Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Situmpol (tengah). (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – PT PLN (Persero) menargetkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dapat berakhir pada Juli 2026. Saat ini, perusahaan masih melakukan perbaikan terhadap dua pembangkit listrik yang mengalami gangguan.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Situmpol, mengatakan pemadaman bergilir merupakan langkah yang ditempuh untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan selama proses pemulihan pembangkit berlangsung.

“Kalau penyebab utamanya terganggunya pembangkit kita. Saat ini sedang dilakukan perbaikan. Kami berharap pembangkit ini bisa segera beroperasi kembali sehingga pemadaman yang kami estimasikan berakhir pada Juli dapat segera selesai,” ujar Adrian.

Ia mengatakan PLN terus berupaya mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal. Namun, menurutnya, seluruh pekerjaan tetap harus mengedepankan aspek keselamatan kerja.

“Semoga bisa lebih cepat. Namun, pekerjaan perbaikan tentu harus dilakukan dengan aman. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar prosesnya berjalan lancar,” katanya.

Baca Juga:   Sepakat ! DPRD Kaltim Jadwalkan Rapat Paripurna Hak Angket 10 Juni Mendatang

Adrian menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi saat ini tidak berkaitan dengan kondisi keuangan PLN maupun dampak efisiensi anggaran pemerintah.

“Alhamdulillah tidak. Semoga kondisi di Kalimantan Timur tetap aman,” ucapnya.

Meski demikian, ia belum dapat menjelaskan secara rinci jenis kerusakan yang terjadi pada pembangkit karena informasi teknis tersebut berada di bawah kewenangan unit pembangkitan.

“Saya di pelayanan pelanggan, jadi hanya bisa menyampaikan bahwa memang ada gangguan di pembangkit. Untuk detail apakah kerusakan pada mesin, boiler, atau komponen lainnya, kami belum bisa menjelaskan,” tuturnya.

Menurut Adrian, gangguan pembangkit tersebut berdampak pada seluruh wilayah yang berada dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan, mulai dari Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda hingga Balikpapan.

Untuk menjaga pasokan listrik selama masa pemulihan, PLN telah mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia, termasuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Bahkan PLTD-PLTD yang ada sudah kami operasikan seluruhnya. Semua pembangkit yang tersedia kami maksimalkan karena prioritas kami adalah menjaga pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Baca Juga:   Pejabat Publik Kaltim Dilarang Terima Parcel Lebaran, Termasuk Anggota DPRD

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER