SMKN 10 Samarinda Tampilkan Mobil Listrik Karya Siswa, Disdikbud Kaltim Dorong Vokasi Hijau dan Inovatif

Foto: Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Dunia pendidikan vokasi di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Siswa SMK Negeri 10 Samarinda berhasil menciptakan prototipe mobil listrik hasil karya mandiri, yang menjadi simbol semangat inovasi dan kesiapan menuju era kebekerjaan hijau.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, menyebut pencapaian tersebut sebagai langkah maju bagi pendidikan vokasi di daerah. Menurutnya, SMKN 10 Samarinda telah menerapkan konsep pembelajaran ideal melalui sinergi antara edukasi, teaching factory (tefa), dan inovasi.

“SMK ini sudah menunjukkan penerapan tiga model pembelajaran sekaligus. Karya mobil listrik ini bukti bahwa siswa mampu memadukan teori dan praktik dengan hasil yang nyata,” ujar Surasa saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).

Ia menilai, proyek mobil listrik itu sejalan dengan arah kebijakan nasional tentang green jobs atau kebekerjaan hijau, di mana Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang dipercaya pemerintah pusat sebagai wilayah percontohan.

Baca Juga:   Peringatan Hari Buruh, Pemprov Kaltim Siap Ciptakan Iklim Kerja Harmonis dan Tingkatkan Kualitas Pengembangan Sumber Daya Manusia

“Kaltim termasuk daerah piloting untuk kebekerjaan hijau. Artinya, inovasi seperti mobil listrik dari SMK ini punya potensi besar dikembangkan lebih lanjut dan menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam transisi energi bersih,” jelasnya.

Meski begitu, Surasa mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kesiapan pasar energi terbarukan di daerah. Namun, hal tersebut tak boleh menyurutkan semangat para pelajar dan tenaga pendidik di SMK.

“Kendala itu wajar, tapi yang terpenting semangat berinovasi tidak berhenti. Kami dorong sekolah untuk terus membuka kolaborasi dengan industri agar hasil karya siswa bisa naik kelas,” imbuhnya.

Lebih jauh, Surasa mengajak pihak swasta dan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk kemitraan, CSR, maupun publikasi, agar inovasi para siswa tidak berhenti di meja laboratorium saja.

“Industri perlu ikut andil. Dengan dukungan CSR, riset, dan publikasi yang kuat, masyarakat akan tahu bahwa SMK di Samarinda mampu menghasilkan produk unggulan seperti mobil listrik,” tuturnya.

Baca Juga:   Breking News: Pj Gubernur Kaltim Umumkan Kenaikan UMK 2025, Fokus Kesejahteraan dan Daya Saing

Selain proyek kendaraan listrik, Disdikbud Kaltim juga mendorong SMK di daerah untuk mengembangkan inovasi di berbagai sektor, mulai dari teknologi pertanian, energi terbarukan, hingga produk terapan lainnya.

Surasa optimistis, karya-karya tersebut akan memperkuat posisi SMK sebagai motor penggerak pendidikan vokasi berbasis industri dan inovasi hijau di Kaltim.

“Kedepan akan kita dorong siswa kita untuk bisa berkarya, dan menjadi representasi bagi sekolah lainnya,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER