Peluang Wirausaha Gen Z di Kaltim Terbuka Lebar, Sektor IMK Tunjukkan Potensi Pertumbuhan

Foto: Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Produksi BPS Kaltim, Vivi Azwar. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, sektor Industri Mikro dan Kecil (IMK) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyimpan peluang besar bagi generasi muda, khususnya Gen Z, untuk terjun ke dunia wirausaha.

Meski jumlah unit usaha mengalami penurunan dalam setahun terakhir, aktivitas produksi justru tetap menunjukkan pertumbuhan positif.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Produksi BPS Kaltim, Vivi Azwar, menyebutkan bahwa kondisi IMK saat ini memperlihatkan daya tahan yang cukup kuat.

Bahkan, di tengah berkurangnya jumlah pelaku usaha, produksi tetap meningkat yang mengindikasikan adanya kenaikan produktivitas.

“Produksi masih tumbuh. Hanya saja ada kecenderungan perlambatan. Artinya bukan turun, tetapi laju pertumbuhannya tidak setinggi periode sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK), jumlah usaha mikro di Kaltim tercatat 34.586 unit pada 2023, kemudian menurun menjadi 31.440 unit pada 2024.

Sementara itu, usaha skala kecil justru meningkat dari 1.055 unit menjadi 2.111 unit pada periode yang sama. Secara total, jumlah usaha IMK turun dari 35.641 unit menjadi 33.551 unit.

Baca Juga:   Status Ratusan Honorer Non-Database di Kaltim Masih Menggantung

Namun demikian, tren penurunan jumlah usaha ini tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan sektor.

Produksi IMK justru tetap tumbuh hingga triwulan pertama 2026, seiring dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja.

Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi generasi muda bahwa sektor IMK masih terbuka luas dan memiliki ruang berkembang, terutama di tengah transformasi pola konsumsi dan meningkatnya permintaan produk lokal.

Dari sisi struktur usaha, industri makanan masih menjadi sektor paling dominan dengan kontribusi 54,9 persen, disusul industri minuman sebesar 17 persen.

Sektor ini dinilai paling mudah dimasuki pelaku usaha baru, termasuk Gen Z yang memiliki keunggulan dalam kreativitas, pemasaran digital, dan pemanfaatan media sosial.

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa pelaku usaha IMK didominasi kelompok usia 45 hingga 64 tahun.

“Angka ini menunjukkan masih besarnya ruang bagi Gen Z untuk mengambil peran dalam regenerasi pelaku usaha di daerah,” singkatnya.

Namun, pihak BPS mencatat persoalan utama yang menjadi tantangan di hampir seluruh pengusaha yang sedang merintis, dimana permodalan membuat sebagian usaha sedikit terhambat.

Baca Juga:   Aset Miliaran Dinilai Belum Optimal, DPRD Dorong Videotron Samarinda Jadi Sumber PAD

“Persoalan permodalan, bahan baku dan pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian,” jelasnya.

“Gen Z merupakan regenerasi pelaku usaha, sehingga sektor IMK di Kaltim masih sangat potensial menjadi ladang wirausaha baru bagi Gen Z yang adaptif terhadap teknologi dan tren pasar,” tandasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER