Foto: M Rava Dwi Saputra, Mahasiswa Program Studi Manajemen UMKT. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Bagi M Rava Dwi Saputra, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), jalan menuju bangku kuliah tidak selalu mulus.
Remaja kelahiran 29 Januari 2007 yang tinggal di Perumahan Mahakam Grande Blok AE23 itu harus melalui serangkaian proses berliku sebelum akhirnya bisa menikmati manfaat dari program pendidikan Gratis Pol yang digagas Pemprov Kaltim.
Rava bercerita, pendaftaran awal saja sudah membuatnya cemas. “Kalau sudah buka pendaftaran, langsung daftar di websitenya. Habis itu print berkas lima rangkap, terus beli materai lima. Setelah itu baru saya isi. Cuma nulis nama sama tanda tangan,” tuturnya.
Semua berjalan lancar sampai sebuah email datang sehari setelah ia mengunggah berkas. Ada kesalahan pada data SPP-nya. “Saya tanya teman, ternyata salah di biayanya. Tapi masih boleh diganti,” katanya.
Namun perjuangannya belum selesai. Namanya belum muncul dalam pengumuman hingga gelombang keempat. “Dari gelombang pertama, kedua, ketiga, belum ada. Baru masuk gelombang keempat,” ujarnya.
Meski begitu, saat akhirnya dinyatakan lolos dan mendapatkan bantuan Gratis Pol, rasa lelah itu terbayar lunas. “Senang banget, bang. Senang sekali. Kayak lega gitu,” katanya.
Program tersebut sangat berarti bagi Rava dan keluarganya. Ayah-ibunya kini membuka usaha kecil-kecilan berjualan sayur di depan rumah. Kondisi ekonomi keluarga membuat bantuan pendidikan menjadi penopang penting agar ia bisa melanjutkan kuliah.
UKT Rava sebesar Rp4,9 juta telah sepenuhnya ditanggung oleh program Gratis Pol. Ia hanya perlu menyiapkan pembayaran lain seperti biaya pengembangan kampus, yang tidak termasuk dalam bantuan.
“Tapi UKT sudah aman semua, tinggal yang iuran kampus itu saja,” jelasnya.
Rava mengaku sangat terbantu. “Dengan kondisi ekonomi saya, ini benar-benar membantu banget,” ucapnya lirih.
Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. “Terima kasih karena sudah ada program ini. Sangat membantu saya dan keluarga,” tutupnya.
Bagi Rava, perjuangan menuju kampus mungkin penuh hambatan. Namun berkat program bantuan pendidikan yang ia terima, masa depannya kini terasa jauh lebih terbuka. (adv/jer/diskominfokaltim)
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



