Kisah Muslim, Marbot Masjid Sabilal Mutaqqin yang Menginjakkan Kaki di Tanah Suci Melalui Program Umrah Gratis

Foto: Muslim, Marbot dari masjid Masjid Sabilal Mutaqqin, Perumahan Puspita, Bukit Pinang. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Muslim tak pernah membayangkan namanya akan tercatat sebagai salah satu penerima program umrah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Lelaki kelahiran Bakung, 5 Juni 1985 itu sudah 15 tahun lebih menjadi marbot di Masjid Sabilal Mutaqqin, Perumahan Puspita, Bukit Pinang.

Hari-harinya diisi dengan membersihkan rumah ibadah, memastikan segala kesiapan shalat, dan menjaga masjid tetap hidup. Namun suatu hari, rutinitas itu berubah menjadi kabar yang menggetarkan hatinya.

“Awalnya saya tidak menduga sama sekali, tiba-tiba ada orang dari kantor depan datang meminta KTP. Beberapa hari kemudian saya diminta mengisi formulir. Katanya untuk kelengkapan data. Saya pun tidak menyangka itu ternyata untuk program umrah gratis,” jelasnya.

Setelah seluruh berkas lengkap, ia kembali dipanggil untuk melengkapi formulir tambahan. Tanpa banyak penjelasan panjang, proses itu berjalan cepat. Hingga akhirnya, Muslim mendapat kabar resmi bahwa ia akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Baca Juga:   Dapat Dana Rp 317 Miliar, Pemkot Samarinda akan Susun Program Usulan

“Orang yang memberi kabar pun saya tidak menduga. Rasanya betul-betul di luar dugaan,” ucapnya, tersenyum.

Setibanya di Tanah Suci, semua rasa haru yang ia pendam selama bertahun-tahun seolah pecah begitu saja. Muslim yang selama ini hanya bisa membayangkan indahnya Masjid Nabawi, akhirnya bisa menginjakkan kaki di sana.

“Pengalaman yang paling tidak bisa saya lupakan adalah ketika sampai di Madinah,” tuturnya.

“Kami selama ini selalu merindukan tempat itu. Bisa salat di Masjid Nabaw, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur.” tambahnya.

Muslim mengatakan seluruh biaya keberangkatan ditanggung penuh oleh pemerintah. Bahkan pengurusan paspor yang awalnya ia bayar sendiri, akhirnya diganti.

“Jadi semuanya murni gratis,” ucapnya.

Ucapan Terima Kasih

Bagi Muslim, pemberangkatan ini bukan hanya perjalanan religi, tetapi sebuah penghormatan untuk para marbot yang selama ini mengabdi dalam sunyi.

Karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, dan Wakil Gubernur, Seno Aji.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Saya bersyukur mereka telah memberangkatkan saya umrah ke Tanah Suci Mekkah dan berziarah ke Masjid Nabawi,” ungkapnya.

Baca Juga:   Warga Gunung Mulya Soroti Kondisi SDN 20, DPRD Samarinda Siap Tinjau Kebutuhan Rehabilitasi

Dengan perasaan gembira dan haru , Muslim merangkai perjalanan ini sebagai kenangan seumur hidupnya, sebuah anugerah yang tak pernah ia duga datang dari pekerjaannya menjaga rumah Allah SWT. (adv/jer/diskominfokaltim)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER