CKG Menyapa Sekolah, Gratispol Kesehatan Jadi Payungnya, Dinkes Kaltim Perluas Skrining Kesehatan Anak Hingga Pelosok

Foto: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat layanan kesehatan bagi anak usia sekolah kini memasuki babak baru.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke dalam skema besar Gratispol Kesehatan, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan lebih menyeluruh dan terstruktur.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut langkah ini disambut hangat oleh dunia pendidikan. Pasalnya, kesehatan pada anak sekolah juga merupakan salah satu perhatian dari Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah, respon sekolah sangat baik. Mereka merasa terbantu karena pemeriksaan kesehatan bisa sekaligus dilakukan dalam satu paket layanan,” ujar Jaya di Samarinda, Sabtu (15/11/2025).

Dalam prosesnya, integrasi dua program ini tidak dilakukan sekilas. Dinkes Kaltim tengah memastikan seluruh data layanan CKG dari kabupaten/kota selaras dengan dasbor provinsi.

Menurutnya, sinkronisasi penting untuk dilakukan agar dapat memastikan tiap sekolah mendapatkan pemeriksaan sesuai standar.

Untuk memudahkan daerah dalam menerapkan pola seragam, Dinkes juga mengeluarkan Surat Edaran yang memuat pedoman pelaksanaan.

Baca Juga:   Pasar Pagi Samarinda Akan Jadi Pasar Rakyat

“Agar tidak ada perbedaan implementasi di lapangan, kami minta kabupaten atau kota mengikuti format yang sama,” jelas Jaya.

Selain itu, puskesmas diberikan pendampingan teknis agar seluruh hasil pemeriksaan tercatat dalam aplikasi ASIK. Pendekatan ini memudahkan monitoring layanan sekaligus memperkuat koordinasi lintas program, terutama untuk paket skrining yang mencakup kesehatan fisik, tumbuh kembang, hingga kesehatan jiwa anak.

“Kami bekerja sama dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah. Mereka membantu memfasilitasi kunjungan petugas kesehatan ke sekolah-sekolah yang jauh dari pusat layanan,” kata Jaya.

Dari sisi kesiapan, Jaya memastikan puskesmas di Kaltim memiliki tenaga cukup untuk melaksanakan pemeriksaan. Bahan medis habis pakai (BMHP) pun sebagian besar sudah dipenuhi melalui dukungan pemerintah pusat.

Kesiapan teknis ini membuat pelaksanaan di sekolah berjalan lebih lancar. Para kepala sekolah, menurut Jaya, menilai program tersebut memberikan manfaat besar, terutama dalam mendeteksi dini masalah kesehatan yang sering tak terlihat.

Penguatan program ini juga mendapat legitimasi dari pemerintah pusat. Tiga Kementerian yaitu, Pendidikan, Agama, dan Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Edaran yang mendorong sekolah aktif mendukung pelaksanaan skrining.

Baca Juga:   Anhar Desak Proyek Besar Samarinda Lebih Berpihak pada Warga Lokal Sebagai Pekerja

Dengan dukungan regulasi, SDM, serta pergerakan layanan yang menjangkau hingga pelosok, Dinkes Kaltim optimistis integrasi CKG dan Gratispol Kesehatan dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah di seluruh Kaltim.

“Semuanya bergerak bersama. Harapannya, setiap anak bisa terpantau kesehatannya dan tumbuh optimal,” tutup Jaya. (adv/jer/diskominfokaltim)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER