Kasus IMS di Samarinda Meningkat, DPRD Soroti Lemahnya Deteksi Dini di Fasilitas Kesehatan

Foto: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

SAMARINDA – Tren peningkatan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kota Samarinda mulai menjadi perhatian serius DPRD. Lonjakan kasus tersebut dinilai tidak diimbangi dengan penguatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut hampir seluruh puskesmas di wilayah kota saat ini melaporkan adanya peningkatan temuan kasus IMS.

“Di setiap puskesmas itu ada peningkatan kasus IMS,” ujarnya di RSUD Inche Abdoel Moeis, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, kondisi ini perlu segera direspons dengan sistem skrining yang lebih aktif dan merata.

Tanpa pemeriksaan dini yang memadai, banyak kasus dikhawatirkan tidak teridentifikasi sejak awal sehingga berpotensi memperluas penularan di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa langkah skrining tidak bisa dilakukan secara parsial atau menunggu pasien datang dalam kondisi bergejala.

“Ini harus di-screening, tidak bisa dibiarkan,” tegas Sri Puji.

Selain aspek layanan kesehatan, ia juga menyoroti faktor sosial yang ikut berperan dalam meningkatnya risiko penularan IMS.

Baca Juga:   Dorong Peningkatan PAD, Siapkan Penertiban Pajak Alat Berat dan Sweeping Kendaraan Non-KT

Karena itu, penanganan tidak cukup hanya bersifat medis, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

DPRD Samarinda mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan kapasitas layanan puskesmas, serta kejelasan regulasi dalam upaya pencegahan.

“Tanpa langkah terpadu, lonjakan kasus IMS akan terus menjadi persoalan kesehatan yang membebani sistem layanan kesehatan di Samarinda,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER