PENAJAM – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Hartono Basuki menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah dengan tema “Pemilukada Langsung, Masalah dan Tantangannya” di Jalan Basuki Rahmat RT 1, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (22/10/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembekalan kepada masyarakat terkait pentingnya pelaksanaan demokrasi yang sehat dan berlandaskan aturan yang berlaku. Sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan demokrasi di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Dalam paparannya, Hartono Basuki menjelaskan bahwa sejak diberlakukannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung pada Juni 2005 hingga Desember 2014, telah dilaksanakan sebanyak 1.027 kali Pilkada. Rinciannya, 64 kali Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, 776 kali Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, serta 187 kali Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Selain itu, Pilkada serentak tahun 2015 dilaksanakan di 269 daerah, kemudian tahun 2017 di 101 daerah. Sementara Pilkada serentak tahun 2024 mencakup pemilihan kepala dan wakil kepala daerah di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota,” paparnya.
Meski pelaksanaan Pilkada langsung dan serentak sejak 2005 berjalan relatif lancar, Hartono menilai masih banyak permasalahan yang muncul di berbagai daerah, baik dalam proses pemilihan maupun hasilnya.
“Proses pemilihan kepala daerah secara langsung masih membawa kecenderungan sentimen-sentimen primordial, seperti perbedaan kewilayahan, subkultur, subetnis, maupun agama. Hal ini kerap memicu konflik horizontal yang bisa berdampak luas di masyarakat,” jelasnya.
Menurut Hartono, diperlukan kesadaran bersama dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar pelaksanaan demokrasi tetap berjalan sehat, damai, dan bermartabat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Editor: Andi Desky



