Harga BBM Melonjak, Wali Kota Samarinda Imbau Warga Lebih Bijak Gunakan Bahan Bakar

Foto: Antrean bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan energi, khususnya BBM.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai kenaikan harga yang terjadi tidak lepas dari berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

“Ada faktor eksternalitas yang berpengaruh, seperti kondisi di Timur Tengah, nilai tukar mata uang, hingga jalur transportasi dan distribusi. Semua itu berdampak pada ketersediaan dan harga BBM,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola konsumsi BBM.

Menurutnya, penghematan bukan semata karena keterbatasan ekonomi, melainkan bagian dari sikap bijak dalam menghadapi potensi keterbatasan pasokan di masa depan.

“Bukan hanya karena kita tidak mampu, tapi memang harus berhemat. Pasokan BBM sewaktu-waktu bisa berkurang, jadi perilaku kita dalam menggunakannya harus lebih bijak,” tegasnya.

Baca Juga:   DLH Samarinda Dampingi Pengelolaan Limbah Dapur MBG, Belasan Unit Masih Dihentikan Sementara

Andi Harun juga mengimbau masyarakat untuk mulai memilah kebutuhan penggunaan kendaraan. Aktivitas yang tidak terlalu mendesak sebaiknya dikurangi guna menekan konsumsi BBM.

“Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya dihindari dulu penggunaan BBM. Gunakan saat benar-benar diperlukan, baik untuk kepentingan keluarga maupun pekerjaan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, harga BBM nonsubsidi di Kaltim per 18 April 2026 mengalami kenaikan signifikan.

Pertamina Dex kini berada di angka Rp24.450 per liter dari sebelumnya Rp14.800. Dexlite turut naik dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter.

Sementara itu, Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian dari Rp13.350 menjadi Rp19.850 per liter.

Adapun Pertamax tetap di harga Rp12.600 per liter dan Pertalite tidak mengalami perubahan, yakni Rp10.000 per liter.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER