Demo PMII Desak Pemindahan Depo ke Palaran, Pertamina Patra Niaga Siap Audiensi

Foto: Aksi demonstrasi PMII Kota Samarinda di depan Terminal PT. Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana, Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Samarinda menanggapi aksi demonstrasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda di depan kantor mereka, Jalan Cendana, pihaknya menegaskan siap untuk melakukan audisiensi dengan pihak-pihak terkait.

Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Samarinda, Rahmat Isya Ginanjar, menekankan perlunya penyamaan pemahaman antara perusahaan dan mahasiswa terkait peran serta tanggung jawab Pertamina.

Menurut Rahmat, dialog menjadi langkah awal untuk menjernihkan posisi masing-masing pihak. Pihaknya menerangkan bahwa masyarakat perlu mengetahui ranah kerja dari Pertamina.

“Sebetulnya yang disepakati pada hari ini adalah kita perlu penyepahaman, mana yang memang menjadi ranah Pertamina dan mana yang bukan. Sehingga posisi ini menjadi jelas,” ujarnya, Rabu (25/9/2025).

Untuk itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan diagendakan pertemuan resmi bersama perwakilan mahasiswa untuk membahas tuntutan secara lebih detail. Pertemuan itu akan difokuskan pada regulasi, tugas, dan kewenangan perusahaan agar tidak ada lagi miskomunikasi.

Baca Juga:   Pasar Pagi Pascarevitalisasi: Kios Terisi, Transaksi Masih Sepi

“Tahap pertama ke situ dulu, sehingga jelas tuntutan yang disampaikan harus ditujukan ke siapa,” imbuh Rahmat.

Sementara itu, PMII Kota Samarinda tetap menyuarakan desakan tegas terhadap persoalan depo Pertamina. Sulaiman selaku Koordinator Lapangan menegaskan, tuntutan utama mereka adalah percepatan pemindahan depo Pertamina dari Jalan Cendana ke Palaran.

“Itulah keputusan utamanya. Kami sudah empat kali aksi, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut,” katanya.

Selain pemindahan depo, PMII juga mendesak penambahan subsidi BBM. Sulaiman menjelaskan, kelangkaan dan antrean panjang BBM yang dialami masyarakat menjadi alasan mendasar mereka.

“Kami sudah melakukan observasi. Banyak warga harus antre berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan BBM. Pertamina harus menambah subsidi,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi sikap Pertamina yang dinilai kurang terbuka. PMII bahkan telah meminta DPRD Kota Samarinda untuk memanggil pihak perusahaan dalam rapat dengar pendapat sebanyak dua kali, namun pihak Pertamina tidak hadir.

“Padahal kesepakatan pemindahan itu sudah ada sejak 2020, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ujarnya.

Baca Juga:   Legislator Ini Dorong Pemkot Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

Dalam deklarasi sikapnya, PMII menyampaikan tiga poin utama. Pertama, meminta Menteri BUMN untuk mendesak Pertamina mempercepat pemindahan Fuel Terminal Samarinda ke Palaran.

Kedua, mendesak Direksi Pertamina Patra Niaga menambah subsidi BBM di Kaltim dan terakhir, memperketat pengawasan agen gas LPG di Samarinda yang dinilai tidak merata dalam distribusi dan harga.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada titik terang. Jangan sampai aspirasi masyarakat diabaikan. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia!” tegas Sulaiman dalam orasi penutup aksi.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER