Foto: Faiz Iqsan Ramadhani, Mahasiswa Prodi Teknik Perminyakan, STT Migas Balikpapan. (Dok: Faiz Iqsan Ramadhani)
SAMARINDA — Hidup tak selalu berjalan lurus seperti yang direncanakan. Begitu pula perjalanan Faiz Iqsan Ramadhani, pemuda kelahiran Samarinda, 16 Oktober 2004, yang kini menempuh pendidikan di Prodi Teknik Perminyakan STT Migas Balikpapan melalui program beasiswa pendidikan Gratispol Pemerintah Provinsi Kaltim.
Faiz mengakui dirinya sempat menjalani masa gap year (tidak berkuliah) cukup panjang. Seharusnya ia mulai kuliah pada 2022, namun keinginannya untuk menjadi polisi membuatnya mencoba peruntungan hingga tiga kali. Semuanya gagal. Namun kegagalan itu justru membawanya pada jalan lain.
“Baru pas Gubernur yang sekarang rencanain Gratispol, saya lihat ada kesempatan buat kuliah. Jadi saya coba cari info dari sosial media, IG-nya Gratispol,” ujar Faiz kepada Radar Samarinda.
Faiz tak menyangka proses pendaftaran beasiswa bisa semudah itu. Mulai dari dokumen hingga koordinasi dengan kampus, semuanya terasa ringan.
“Persyaratannya mudah, kampus juga bantu. Saya sempat salah input data, harusnya PTS, malah saya isi PTN. Tapi langsung dikasih masa sanggah sama pihak Gratispol lewat Gmail, tanpa saya minta,” kisahnya.
Sebagai mahasiswa Teknik Perminyakan, Faiz harus membayar UKT sebesar Rp 7 juta. Besaran itu cukup berat untuk keluarganya. Ayahnya merupakan pensiunan Polri, sementara ibunya ibu rumah tangga.
Di tengah keterbatasan ekonomi itulah Gratispol menjadi titik terang.
“UKT kami tujuh juta. Untungnya dapat lima juta dari program, itu sangat membantu,” katanya.
Kini, Faiz menetap di Balikpapan mengikuti domisili keluarganya yang dulu mengikuti tugas sang ayah. Meski bersyukur, Faiz tetap menyampaikan harapan agar program Gratispol lebih berkembang ke depan.
“Mungkin bisa ditambah uang saku. Minimal 500 ribu per bulan. Soalnya banyak mahasiswa yang juga butuh biaya hidup,” ujarnya memberi saran.
Setelah beberapa kali gagal masuk kepolisian, tujuan hidup Faiz berubah. Dunia perminyakan yang kini ia pelajari justru menjadi jalur baru yang membuatnya kembali semangat.
“Cita-cita sudah berubah. Sekarang saya pengen kerja di perminyakan. Sudah mantap,” tegasnya.
Di akhir percakapan, Faiz menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wakil Gubernur Seno Aji.
“Program ini sangat bagus. Banyak rakyat kecil yang butuh bantuan untuk bisa kuliah. Saya berharap programnya terus lancar jaya,” tutupnya
Kisah Faiz adalah satu dari banyak cerita tentang bagaimana Gratispol membuka jalan baru bagi para pemuda Kaltim. Dari gagal berkali-kali, hingga akhirnya menemukan arah hidup baru.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



