Enam Tahun Media Kaltim Tak Sekadar Seremonial, Terasa Begitu Personal

Oleh: Andi Desky Randy P.

Direktur Utama Radar Samarinda

Oktober 2021 menjadi titik balik dalam perjalanan karier saya. Setelah cukup lama hiatus dari dunia jurnalistik, sebuah pesan singkat dari Abdul Hakim saat itu Kepala Kantor Berita Antara Kalimantan Timur sekaligus kakek dari istri saya membuka jalan yang tak pernah saya duga sebelumnya.

Dalam pesannya, Kai Hakim (panggilannya di keluarga) mengirimkan informasi lowongan pekerjaan di Media Kaltim. Beliau mengatakan pemilik Media Kaltim adalah sosok yang tepat untuk dijadikan tempat belajar dan berkembang sebagai jurnalis.

Rasa penasaran pun muncul. Saya membuka laman Media Kaltim melalui mesin pencari dan mendapati bahwa media tersebut baru berdiri pada 2020. Meski tergolong baru, konsep yang diusung langsung menarik perhatian saya, terutama kehadiran koran digital atau e-paper yang saat itu belum banyak dimiliki media lain. Saya melihatnya sebagai sebuah inovasi sekaligus keberanian membaca arah perkembangan industri media.

Tak butuh waktu lama. Saya memutuskan kembali ke dunia pers dan mengirimkan lamaran ke Media Kaltim.

Proses wawancara menjadi awal perkenalan saya dengan tiga sosok yang hingga kini memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier saya, yaitu CEO Media Kaltim Agus Susanto, Adhi Abdian yang kini menjabat Direktur Radar Media serta Mukhransyah, sosok di balik dapur redaksi yang dikenal sangat teliti dalam mengolah setiap naskah berita.

Masing-masing memiliki cara berbeda dalam membentuk saya. Dari Mas Agus, saya belajar bahwa membangun perusahaan media tidak hanya soal menghasilkan berita, tetapi juga tentang memimpin manusia, menjaga visi, berpikir jauh ke depan, dan tetap konsisten dalam berkarya. Menariknya, semua pelajaran itu tidak disampaikan melalui teori, melainkan melalui contoh nyata yang ia praktikkan setiap hari. Dalam lebih dari satu dekade saya berkecimpung di dunia jurnalistik, pengalaman seperti itu tidak banyak saya temui.

Baca Juga:   Menteri Luhut Sebut Tak Ada Masalah Soal Persiapan HUT RI di IKN

Tahun ini, pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim News Network, jargon “Consixten”diangkat sebagai tema. Bagi saya, jargon itu bukan sekadar permainan kata. Ia adalah cerminan karakter perusahaan yang selama ini saya rasakan. Konsistensi bukan hanya slogan, tetapi budaya kerja yang terus ditanamkan kepada seluruh tim.


Hasilnya kini terlihat nyata. Meski baru menginjak 6 tahun, Media Kaltim News Network berkembang pesat dengan jaringan yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Berbagai produk jurnalistik, multimedia, hingga platform digital terus lahir sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman.

Kepercayaan terbesar datang pada 2024 ketika Mas Agus menawarkan saya untuk memimpin Radar Samarinda sebagai Direktur Utama, salah satu perusahaan yang menjadi bagian dari pengembangan jaringan Media Kaltim.

Terus terang, saat itu saya sempat ragu. Saya merasa belum cukup layak memimpin sebuah perusahaan media. Kekhawatiran itu muncul karena saya takut tidak mampu memenuhi ekspektasi yang diberikan.

Namun, Mas Agus kembali meyakinkan saya.

Ia mengatakan bahwa saya tidak akan berjalan sendiri. Akan ada tim yang siap bekerja bersama, saling menguatkan, dan terus bertumbuh. Kalimat sederhana itu menjadi suntikan kepercayaan diri yang akhirnya membuat saya berani menerima amanah tersebut.

Baca Juga:   Hartono Basuki: Politik dan Kesejahteraan Sosial Harus Berjalan Seiring

Sementara itu, hubungan saya dengan Bang Adhi sebenarnya telah terjalin jauh sebelum bergabung dengan Media Kaltim. Saya mengenalnya sejak 2013 ketika bekerja di Apakabar Magazine.

Darinya saya belajar tiga hal yang hingga kini menjadi bekal penting dalam mengelola perusahaan media: branding, marketing, dan networking. Ia mengajarkan bahwa idealisme jurnalistik adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan, tetapi keberlangsungan perusahaan juga harus dijaga melalui pengelolaan bisnis yang sehat.

Pelajaran itu menjadi sangat relevan di tengah tantangan industri media digital saat ini.

Sedangkan Pak Mukhransyah, bagi saya, bukan sekadar editor. Beliau adalah guru jurnalistik yang membentuk cara berpikir saya sebagai seorang wartawan.

Beliau mengajarkan pentingnya ketelitian, kepekaan terhadap isu, keberanian menggali fakta, serta kemampuan berpikir kritis sebelum menulis sebuah berita.

Saya masih mengingat ketika Media Kaltim mulai menerbitkan rubrik Liputan Khusus pada 2022. Saat itu jumlah wartawan belum sebanyak sekarang, hanya sekitar belasan orang. Hampir setiap pekan saya mendapat porsi besar dalam penyusunan liputan tersebut yang terus terbit selama lebih dari satu tahun.

Proses itu tentu tidak mudah. Banyak naskah yang harus direvisi, dikoreksi, bahkan ditulis ulang. Namun, justru dari situlah saya belajar menjadi penulis yang lebih rapi, lebih tajam, dan lebih bertanggung jawab terhadap setiap kalimat yang diterbitkan.

Baca Juga:   10 Panji Keberhasilan Pembangunan Diborong Samarinda

Jika hari ini saya mampu menulis sedikit lebih baik, salah satu fondasinya dibangun dari proses panjang tersebut.

Tentu, saya tidak bermaksud mengecilkan peran rekan-rekan lain di Media Kaltim News Network. Justru saya percaya bahwa setiap orang memiliki kontribusi dalam perjalanan perusahaan ini.

Namun, yang paling saya rasakan selama hampir lima tahun bersama Media Kaltim adalah suasana kekeluargaan yang begitu hangat. Di tengah tekanan target, tuntutan kecepatan, dan dinamika industri media yang terus berubah, rasa saling mendukung tetap terjaga.

Nilai seperti itu kini terasa semakin langka.

Karena itulah, peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim bukan sekadar seremonial, tapi begitu emosional dan personal bagi saya. Momen ini menjadi pengingat atas perjalanan, pembelajaran, dan kepercayaan yang telah diberikan.

Begitu banyak kenangan yang kini menjadi core memories dalam hidup saya. Semua itu menjadi bahan bakar untuk terus mengembangkan Radar Samarinda agar tumbuh lebih kuat, lebih adaptif, dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.

Pada akhirnya, sebuah media bukan hanya dibangun oleh teknologi, gedung, atau angka pembaca. Ia dibangun oleh orang-orang yang percaya pada proses, bekerja dengan hati, dan tetap konsisten menjaga idealisme.

Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Media Kaltim News Network, para mentor, rekan kerja, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.

Semoga langkah kita terus berlanjut, dengan semangat yang sama, terus bertumbuh, terus berkarya, dan terus konsisten.

BERITA POPULER