Foto: Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Aspek keselamatan dan keamanan kini menjadi perhatian utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda jelang dibukanya Teras Samarinda Tahap II.
Pasalnya, pengerjaan fisik proyek lanjutan bantaran Sungai Mahakam yang berada di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Dermaga Mahakam Ilir ini dikabarkan akan segera rampung.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa pemerintah dan pengelola kawasan tidak boleh terburu-buru membuka seluruh area sebelum seluruh aspek keselamatan dipastikan benar-benar siap.
Menurut Helmi, karakter Teras Samarinda tahap II berbeda dengan tahap pertama karena lokasinya berada langsung di tepian Sungai Mahakam yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi bagi pengunjung.
“Yang menjadi perhatian kami itu aspek safety-nya. Karena posisi tahap dua ini berbeda, berada di sepanjang tepian Sungai Mahakam. Jadi faktor keselamatan pengunjung harus benar-benar dipastikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan, DPRD melalui Komisi III telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna melihat kondisi lapangan, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung dan fasilitas pengamanan kawasan.
Helmi menilai pembangunan ruang publik tidak cukup hanya mengejar percepatan operasional maupun aktivitas ekonomi semata.
Menurutnya, kualitas konstruksi dan perlindungan terhadap masyarakat juga harus menjadi prioritas utama.
“Kami berharap semua kegiatan yang dilakukan pengelola benar-benar mengikuti prosedur dan kajian yang ada. Jangan sampai terkesan dipaksakan, sementara aspek pendukungnya belum sepenuhnya siap,” katanya.
DPRD juga meminta agar seluruh fasilitas keselamatan, seperti pagar pembatas dan perlengkapan pengamanan lainnya, diselesaikan terlebih dahulu sebelum kawasan dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan komersial maupun aktivitas masyarakat.
Selain itu, pengelolaan kawasan diminta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengacu pada kajian teknis serta skala prioritas pembangunan yang telah disusun pemerintah.
Helmi menegaskan bahwa keberadaan Teras Samarinda pada dasarnya diharapkan menjadi ruang publik baru sekaligus penggerak ekonomi Kota Samarinda.
Namun ia mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak boleh mengabaikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Kalau memang sudah layak dan aman tentu bagus untuk mendukung aktivitas kota. Tapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



