Curiga Bau Busuk Menyengat, Warga Tanah Merah Temukan Lansia Meninggal di Area Perkebunan

Teks photo : Saat proses evakuasi jasad di semak semak oleh Inavis Polresta Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Warga kawasan Jalan Margo Mulyo, RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara mendadak geger pada Sabtu (25/7/2026) siang. Ketenangan warga terusik setelah sesosok jasad lansia ditemukan membusuk di area semak-semak perkebunan setempat.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh Kadeni (61), seorang warga RT 10 Kelurahan Tanah Merah yang saat itu sedang beraktivitas mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian.

Kadeni menceritakan, penemuan bermula saat dirinya menyusuri area perkebunan untuk mengumpulkan ranting pohon kering. Namun, langkahnya terhenti ketika mencium bau busuk yang sangat menyengat.

“Awalnya saya cari kayu, terus ada bau-bau gitu. Makin saya dekati, kok ada posisi tertelungkup warnanya hitam. Saya cuma lihat bagian kakinya sedikit. Begitu yakin itu manusia, saya langsung lari ketakutan mencari Pak RT,” ujar Kadeni saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Pria kelahiran Pacitan tersebut mengaku mengenal sosok korban yang kerap disapa ‘Mbah Mahdi’ oleh warga sekitar. Menurutnya, korban memang berdomisili dan tinggal di area perkebunan tersebut.

Baca Juga:   Peserta Kecewa, Dugaan Penggelapan Dana Samarinda Half Marathon Berujung Laporan ke Polisi

Menerima laporan dari warga, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di area perkebunan warga sekitar pukul 10.30 WITA.
“Kondisi jenazah saat ditemukan diperkirakan sudah meninggal dunia kurang lebih selama tiga hari,” ungkap Ipda Mat Bahri di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pendataan awal pihak kepolisian, korban teridentifikasi bernama Mahdianto, seorang lansia yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun.

Mengenai penyebab pasti kematian serta adanya potensi tindak kekerasan, pihak kepolisian menegaskan masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

“Untuk indikasi kekerasan maupun tanda-tanda luka pada tubuh korban masih dalam proses pemeriksaan mendalam. Jenazah sudah kami evakuasi ke rumah sakit untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau korban meninggal secara wajar,” pungkasnya.

Saat ini, lokasi penemuan jasad telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Dim)

Pewarta: Dimas
Editor: Andi Desky

Baca Juga:   Polisi Sita Puluhan Bom Molotov, Disiapkan untuk Aksi di DPRD Kaltim

BERITA POPULER