Foto: Gedung Dispora Kaltim. (Hadi Winata/Radar Samarinda).
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan prestasi atlet daerah menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Salah satu upaya yang menjadi perhatian utama adalah pembenahan dan pembangunan fasilitas olahraga guna menunjang kualitas latihan atlet.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan peningkatan sarana dan prasarana olahraga menjadi bagian penting dalam mewujudkan target Kaltim masuk lima besar pada PON yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Saya berharap pemimpin baru KONI Kaltim dapat melangkah lebih baik agar target masuk lima besar di PON NTB dan NTT terwujud,” kata Seno Aji usai membuka Musyawarah Provinsi KONI Kaltim di Samarinda, Rabu (3/6).
Menurut Seno, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah proyek pengembangan fasilitas olahraga yang akan mendukung pembinaan atlet.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan gedung latihan karate di kawasan GOR Sempaja dan revitalisasi kolam renang internasional di kompleks GOR Palaran.
“Fokus utama peningkatan fasilitas tersebut meliputi pembangunan gedung latihan karate di lingkungan GOR Sempaja serta perbaikan menyeluruh kolam renang internasional di kawasan GOR Palaran,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga merencanakan pembangunan fasilitas olahraga baru di kawasan Sempaja pada 2027. Sarana tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas dan kualitas tempat latihan bagi atlet berbagai cabang olahraga.
Upaya peningkatan fasilitas itu dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi hasil yang diraih kontingen Kaltim dalam dua edisi PON terakhir.
Pada PON Papua 2021, Kaltim berhasil menempati posisi ketujuh dengan raihan 25 medali emas. Sementara pada PON Aceh-Sumut 2024, jumlah medali emas meningkat menjadi 29 keping, namun posisi klasemen turun ke peringkat kedelapan.
Seno menilai peningkatan prestasi tidak hanya bergantung pada pembinaan atlet, tetapi juga dukungan fasilitas yang memadai serta keberlanjutan anggaran olahraga.
Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga alokasi anggaran agar program pembinaan tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya soliditas organisasi olahraga dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Menurutnya, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga menjadi kunci keberhasilan pembinaan atlet di masa mendatang.
“Saya optimistis KONI Kaltim dapat berkembang lebih maju. Yang terpenting, seluruh pengurus tetap menjaga kekompakan dan menghindari perselisihan demi kelancaran pembinaan olahraga ke depan,” kata Seno.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



