BGN Terapkan Pola Khusus MBG Selama Ramadhan di Kaltim, Menu Disesuaikan hingga Sistem Tas Bergilir

Foto: Contoh paket kemasan MBG saat ramadan di 2025. (Istimewa)

SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan di Kalimantan Timur dengan sejumlah penyesuaian.

Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema khusus penyaluran pada 161 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program tetap menjangkau peserta didik tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Pendamping Kepala Regional BGN Kalimantan Timur, Sirajul Amin, mengatakan penyesuaian ini dirancang untuk menjaga manfaat gizi sekaligus memperhatikan aspek keamanan pangan dan kenyamanan penerima manfaat selama Ramadhan.

“Distribusi tetap dilakukan, namun dengan mekanisme yang lebih fleksibel agar anak-anak bisa menerima manfaat MBG tanpa mengganggu kekhusyukan berpuasa,” ujarnya di Samarinda.

Salah satu perubahan utama terletak pada jenis menu. Selama Ramadhan, makanan siap saji digantikan dengan paket kudapan bergizi yang memiliki daya simpan lebih panjang, yakni sekitar 10 hingga 12 jam. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko makanan rusak sebelum waktu berbuka.

Paket MBG Ramadhan untuk siswa disusun dengan komposisi gizi seimbang, antara lain kurma, biskuit, telur, susu, serta buah-buahan. Seluruh komponen telah disesuaikan dengan kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) harian anak sekolah.

Baca Juga:   30 SLB di Kaltim, Gubernur Isran: Wujudkan SDM Berkualitas

Penyaluran paket dilakukan pada hari efektif sekolah menjelang jam pulang. Dengan demikian, siswa dapat langsung membawa paket tersebut ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Untuk mendukung kebersihan dan kelancaran distribusi, BGN juga memberlakukan penggunaan tas jinjing atau tote bag dua warna. Tas tersebut ditukar setiap hari, sehingga siswa diwajibkan membawa kembali tas yang digunakan sebelumnya saat mengambil paket baru.

“Mekanisme ini sekaligus melatih kedisiplinan siswa dalam mengikuti aturan distribusi,” kata Sirajul.

Seluruh operasional MBG di 161 SPPG yang aktif di Kaltim tetap mengacu pada kalender pendidikan, termasuk jadwal libur nasional dan cuti bersama selama Ramadhan.

Selain distribusi harian, pedoman teknis MBG juga mengatur pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama di lingkungan sekolah. Kegiatan ini disarankan digelar satu kali selama Ramadhan, idealnya pada pekan terakhir sebelum libur Idulfitri.

“Tujuannya untuk memperkuat kebersamaan antara siswa, guru, dan pihak sekolah,” jelas Sirajul.

SPPG juga diminta menyesuaikan jam kerja pegawai agar persiapan dan pengiriman paket buka bersama dapat dilakukan tepat waktu sebelum azan maghrib.

Sebagai bahan evaluasi, BGN akan melakukan penilaian terhadap pelaksanaan skema Ramadhan ini setelah satu minggu berjalan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada sekitar 5 hingga 10 persen siswa di setiap sekolah penerima manfaat.

Baca Juga:   Demam Lato-lato, Tren yang Perlu Pendampingan Orangtua

“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan MBG ke depannya,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor:

Foto: Penyerahan bantuan dana kemanusiaan secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Istimewa)

Kepedulian Kemanusiaan, Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Rp600 Juta untuk Warga Terdampak Bencana di Sumut

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Sumatera Utara mencapai Rp600 juta, hasil penggalangan dana dari masyarakat Kaltim.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut difokuskan pada dua wilayah di Sumatera Utara yang terdampak cukup parah akibat bencana alam.

Penyaluran ini diharapkan dapat mendukung upaya penanganan darurat sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana di daerah terdampak.

“Total bantuan sebesar Rp600 juta, dengan rincian masing-masing Rp300 juta dialokasikan untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan Rp300 juta untuk Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap Dasmiah, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga:   Pemkot Samarinda Fokus Penggantian Jembatan PM Noor untuk Atasi Banjir

Ia menuturkan, dana tersebut bersumber dari partisipasi dan kepedulian masyarakat Kalimantan Timur yang dihimpun melalui mekanisme resmi pemerintah daerah.

Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud empati serta rasa kebersamaan masyarakat Kaltim terhadap warga Sumatera Utara yang tengah menghadapi musibah.

Diharapkan, dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Dasmiah juga menambahkan, Pemprov Kaltim terus mendorong semangat solidaritas antar daerah sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadapi bencana dan situasi darurat di berbagai wilayah Indonesia.

Penyaluran bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan kemanusiaan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong lintas provinsi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata serta membantu mempercepat pemulihan di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor:  Andi Desky

BERITA POPULER