SAMARINDA – Anggaran Proyek Teras Samarinda Tahap II mengalami penambahan alokasi sekitar Rp11 miliar dari pagu sebelumnya sebesar Rp94,34 miliar. Pembengkakan anggaran ini muncul setelah ditemukan kebutuhan metode kerja yang berbeda, khususnya pada pengerjaan di area jembatan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda, M. Ilhamsyah, menjelaskan bahwa penambahan dana tersebut diperlukan karena adanya kendala saat pemasangan tiang pancang di area jembatan.
“Karena kemarin mancang di area jembatan ada kendala jadi pakai metode preboring,” jelas Ilhamsyah pada Jumat (5/12/2025).
Ia juga menambahkan bahwa tahun depan masih akan ada penyempurnaan pada sektor pencahayaan (lighting) yang belum tuntas.
Secara keseluruhan, proyek yang digadang-gadang menjadi wajah baru pedestrian kota ini terus dikebut. Ilhamsyah merinci progres di setiap segmen:
• Segmen 1: Sudah di atas 90 persen.
• Segmen 2 & 3: Kisaran 87 persen.
• Segmen 4: Masih di angka 61 persen.
“Sisa pekerjaan tinggal finishing. U-Ditch dan fasilitas pedestrian sedang disempurnakan. Jalurnya juga sudah tersambung sampai segmen 1,” kata Ilhamsyah.
Meskipun progres telah mencapai tahap penyelesaian, kendala terbesar yang dihadapi tim teknis adalah area pinggir sungai Mahakam yang sangat bergantung pada pasang-surut air.
“Kalau pasang, air naik, tidak bisa dicor. Harus tunggu kering dulu. Itu yang bikin lambat secara teknis,” ungkapnya. Kondisi ini membuat proses pengecoran sering kali harus tertunda.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan publik, jalur pedestrian Teras Samarinda didesain ganda, menyesuaikan kondisi eksisting sekaligus menyediakan jalur tambahan di sisi sungai.
“Jadi ada dua sisi untuk pejalan kaki,” tambah Ilhamsyah.
PPK Teras Samarinda ini menegaskan bahwa pihaknya tetap menargetkan penyelesaian seluruh proyek hingga 31 Desember mendatang.
“InsyaAllah selesai. Kita tetap berharap bisa tercapai,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R



