Respon Kekhawtiran Publik, PUPR Samarinda Mulai Perbaiki Retakan Flyover Air Hitam

Foto: Perbaikan dinding Flyover Air Hitam di sisi eks Sekretariat DPRD Kaltim, Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda).

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akhirnya turun tangan menindaklanjuti kekhawatiran masyarakat terhadap retakan pada Flyover Air Hitam, infrastruktur ikonik yang menghubungkan Jalan Juanda dan Jalan A. Wahab Syahranie.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perbaikan awal mulai dilakukan Selasa (14/10/2025), dengan fokus pembongkaran dua segmen dinding yang mengalami kerusakan.

Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Samarinda, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tahap awal penanganan teknis sekaligus proses kajian menyeluruh terhadap kondisi struktur flyover.

“Untuk sementara kami melakukan pembongkaran pada dua segmen dinding yang mengalami retakan. Estimasi waktu pekerjaan sekitar tiga bulan, dimulai hari ini. Tim teknis juga sedang melakukan kajian untuk memastikan penyebabnya,” terang Hendra, Senin (13/10/2025) dalam akun resmi Pemkot Samarinda.

Ia menegaskan, meski ada aktivitas pembongkaran di beberapa titik, struktur utama jembatan layang tetap dalam kondisi aman dan masih bisa dilalui masyarakat seperti biasa.

Baca Juga:   Pekerja PT SLJ Global Tbk Desak Pembayaran Upah yang Belum Terbayar

Setelah tahap pembongkaran dan evaluasi teknis rampung, dinding penutup flyover akan diperbaiki kembali agar lebih kokoh dan stabil.

“Insyaallah pembongkaran segmen terdampak sudah kita mulai. Setelah itu baru dilakukan perbaikan ulang,” ujarnya.

Pantauan Radar Samarinda di lokasi, Selasa (14/10/2025) Pukul 12.30 WITA, memperlihatkan dua pekerja tengah memulai pembongkaran dinding di sisi eks Sekretariat DPRD Kaltim.

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi beton dan tulangan baja di dalam struktur tetap aman sebelum proses rehabilitasi lebih lanjut.

Respons Cepat Usai Desakan Publik dan DPRD

Langkah cepat Dinas PUPR ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat viral beberapa waktu lalu. Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan kondisi retakan besar di dinding bawah Flyover Air Hitam, yang bahkan disebut cukup lebar hingga bisa dimasuki tangan orang dewasa.

Salah satu warga, Siko, yang rutin melintas di kawasan tersebut, mengaku khawatir keselamatan pengguna jalan bisa terancam bila kerusakan tidak segera ditangani.

“Dalam sekali retaknya. Bisa dimasuki tangan orang dewasa. Kalau dibiarkan, takutnya bisa roboh,” ujarnya kala itu.

Baca Juga:   Peserta Talent Show di Teras Samarinda Keluhkan Dugaan Kekerasan dan Buruknya Manajemen Acara

Keresahan serupa juga sampai ke telinga anggota DPRD Kota Samarinda. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, langsung mendesak dinas teknis untuk turun ke lapangan begitu kabar retakan mencuat di media sosial.

“Ini menyangkut keselamatan pengguna jalan. Begitu ada indikasi kerusakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah investigasi teknis. Kalau terbukti ada masalah serius, perbaikan harus segera dijalankan,” tegas Rohim pada Agustus lalu.

Ia menilai, penanganan cepat sangat penting karena flyover ini merupakan jalur vital dengan intensitas lalu lintas tinggi. Retakan sekecil apa pun, lanjutnya, bisa berkembang menjadi masalah serius bila diabaikan.

“Keselamatan publik itu prioritas. Jadi laporan masyarakat harus langsung direspons, dan sekarang kita apresiasi langkah cepat dari PUPR,” ujarnya.

Simbol Kota yang Kembali Dirawat

Flyover Air Hitam diresmikan pada 22 Juli 2016 sebagai jembatan layang pertama di Samarinda. Proyek ini sempat menjadi kebanggaan warga kota karena mampu mengurai kemacetan di kawasan padat lalu lintas.

Namun hampir satu dekade kemudian, kondisi dinding luar flyover mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan dan keretakan.

Baca Juga:   Pendeta Gereja Toraja Tegaskan Tak Ada Pemalsuan dan Pemaksaan Dukungan Pendirian Gereja

Perbaikan yang kini dilakukan Pemkot Samarinda menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai memperkuat komitmen terhadap pemeliharaan infrastruktur publik.

Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan, dan diharapkan dapat mengembalikan fungsi serta keindahan salah satu ikon transportasi kota tersebut.

“Yang penting masyarakat tidak perlu panik. Struktur utama aman. Kita pastikan perbaikan berjalan maksimal demi keselamatan bersama,” tutup Hendra Gunawan.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER