Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti saat diwawancara (Abdi/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Upaya pemerataan layanan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil dan terisolir kembali disorot oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti pada Kamis (15/10/2026).
Kawasan Loa Kumbar, yang berada di dalam wilayah administratif Kota Samarinda, hingga kini masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah besar terkait pemenuhan fasilitas dasar infrastruktur serta penunjang pendidikan yang layak bagi masyarakat setempat.
Sebagai bentuk pengawasan dan keberpihakan terhadap kebutuhan warga, Komisi IV DPRD Kota Samarinda turun langsung ke lapangan untuk meninjau secara dekat kondisi riil layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Keberadaan fasilitas sekolah dasar yang telah dibangun oleh pemerintah di kawasan tersebut sebenarnya menjadi angin segar bagi warga. Berdasarkan peninjauan langsung, sekolah tingkat SD di Loa Kumbar saat ini menampung sekitar 50 orang murid.
Kegiatan belajar mengajar ini didukung oleh total 8 orang guru, yang terdiri atas 4 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan 4 orang guru honorer, serta dibantu oleh 1 orang penjaga sekolah. Meski demikian, operasional pendidikan di wilayah ini tidak lepas dari berbagai tantangan berat di lapangan.
Salah satu kendala utama yang paling dikeluhkan oleh warga dan para tenaga pengajar adalah buruknya aksesibilitas jalan raya. Mobilitas dari kawasan Lobuah menuju Loa Kumbar sangat bergantung pada kondisi jalur darat yang masih memprihatinkan. Sebagian kecil jalur memang sudah tersentuh pengecoran semen, namun separuh jalan lainnya masih berupa jalur tanah merah.
“Kondisinya terjal dan curam, mereka berharap bisa dibangunkan jalan untuk mempermudah akses,” ujar Puji.
Kondisi jalur tanah tersebut menjadi sangat ekstrem ketika musim hujan tiba, di mana kontur jalan yang terjal, curam, serta berbatasan langsung dengan jurang membahayakan keselamatan warga yang ingin keluar dari kawasan tersebut. Oleh karena itu, pembangunan dan pengerasan jalan secara menyeluruh menjadi dambaan utama untuk membuka isolasi wilayah tersebut.
Tidak hanya terkendala akses luar, kondisi di dalam lingkungan sekolah juga masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Fasilitas penunjang seperti ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan sekolah hingga saat ini belum tersedia.
Padahal, keberadaan fasilitas penunjang tersebut sangat krusial dalam menciptakan proses belajar mengajar yang komprehensif bagi anak-anak di tingkat sekolah dasar.
“Sekolah belum memiliki UKS dan perpustakaan, ini dapat menghambat proses pembelajaran anak-anak,” jelas Puji.
Selain mendorong perbaikan fasilitas SD, Komisi IV DPRD Kota Samarinda juga mengawal aspirasi masyarakat setempat yang menaruh harapan besar agar pemerintah dapat memperluas layanan pendidikan lanjutan dengan mendirikan sekolah tingkat SMP di Loa Kumbar.
Selama ini, para siswa yang telah lulus sekolah dasar harus menghadapi kendala geografis yang besar jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar wilayah Loa Kumbar.
“Harapannya kalau bisa SMP juga ada di Loa Kumbar walau dengan keterbatasan,” harap Puji.(adv/radarsamarinda)
Pewarta : Abdi
Editor : Andi Desky



