Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus Mahakam di Kawasan Lampion Garden

SAMARINDA — Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Albizar dilaporkan tenggelam dan hilang terseret arus Sungai Mahakam di kawasan Lampion Garden, Jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.20 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama tiga rekannya bermain di sekitar kawasan Teras Samarinda. Mereka awalnya datang untuk menangkap burung sebelum kemudian memutuskan bermain dan berenang di kawasan Teluk Lerong.

Saat tiba di tepi Sungai Mahakam, kondisi air yang sedang surut membuat korban dan teman-temannya bermain pasir serta batu-batuan di sekitar bibir sungai.

Tak lama kemudian, dua rekan korban berenang menuju bagian tengah sungai. Albizar kemudian menyusul dari belakang.

Namun, ketika berada di bagian sungai yang lebih dalam, korban diduga tidak mampu berenang dan langsung terseret arus.

Salah seorang teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan menarik tangan Albizar. Namun, kuatnya arus membuat pegangan tersebut terlepas hingga korban kembali terseret dan menghilang dari permukaan air. Peristiwa spontan itu pun memicu kepanikan luar biasa di antara teman-teman korban.

Baca Juga:   WFH ASN Samarinda Mulai Diterapkan Tiap Jumat, Wali Kota Tegaskan Disiplin Tetap Berlaku

Ridho (24), karyawan Holland Bakery yang berada tidak jauh dari lokasi, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah seorang anak berlari meminta pertolongan.

“Saat itu saya melihat seorang anak berlari sambil berteriak meminta tolong. Pas saya tanya, dia bilang temannya tenggelam. Saya bergegas langsung ke lokasi sama dia,” ujar Ridho saat ditemui di lokasi kejadian.

Namun sesampainya di pinggir sungai, Ridho sudah tidak melihat keberadaan tubuh korban.

“Saat mau berupaya menolong, korban sudah tidak terlihat lagi. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya di permukaan,” tambahnya.

Informasi mengenai tenggelamnya Albizar dengan cepat sampai ke telinga pihak keluarga. Suasana haru dan histeris mewarnai lokasi kejadian saat keluarga korban tiba. Sesuai tradisi lokal, pihak keluarga sempat melemparkan bantal dan pakaian milik Albizar ke sungai sebagai ritual memanggil keberadaan korban.

Hingga Kamis (24/9/2026) sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Operasi melibatkan Basarnas, Satpolairud Polresta Samarinda dan unsur relawan.

Pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP), dengan penyisiran dilakukan di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Baca Juga:   Kian Dekat Pemukiman Masyarakat, Betapus Diselimuti Kabut Asap

Petugas juga terus memantau kondisi arus dan area sekitar lokasi kejadian untuk memperluas pencarian apabila korban belum ditemukan.

Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R

BERITA POPULER