SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan pembangunan Teras Samarinda Tahap II. Sejumlah segmen telah memasuki tahap akhir, salah satunya Segmen 3. Sementara pekerjaan pada Segmen 1, masih dikebut hingga akhir Desember 2026.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, telah melakukan peninjauan akhir kawasan Teras Samarinda beberapa waktu lalu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sekaligus melihat sejumlah pekerjaan minor yang masih perlu diselesaikan sebelum kawasan digunakan masyarakat.
“Secara umum lokasi ini sudah siap diresmikan. Tetap ada pekerjaan-pekerjaan minor yang tersisa, dan setelah diresmikan tetap akan ditangani pihak penyedia jasa,” kata Andi Harun.
Segmen 3 Rampung 100 Persen
Teras Samarinda Tahap II Segmen 3 yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Bank BTN, telah dinyatakan rampung 100 persen secara fisik. Segmen 3 dibangun bersama Segmen 2 menggunakan APBD Kota Samarinda dengan total nilai kontrak sekitar Rp21 miliar.
Kawasan ini dilengkapi jalur pedestrian modern, area bermain anak atau playground, kawasan dermaga yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas UMKM, serta rencana penambahan fasilitas ibadah berupa mushala.
Meski pekerjaan utama telah rampung, kontraktor masih melakukan sejumlah pembenahan minor menjelang pembukaan untuk publik. Perbaikan tersebut meliputi pemulihan rumput taman yang terdampak musim kemarau, penambahan sprinkler, serta pembersihan sisa lumut di sejumlah titik.
Segmen 3 dijadwalkan resmi dibuka untuk masyarakat pada pekan ini. Andi Harun mengatakan pompa sprinkler yang telah terpasang sudah berfungsi. Namun, beberapa titik masih membutuhkan tambahan fasilitas penyiraman agar kondisi taman tetap terjaga.
“Beberapa yang akan kita tambah sprinkler airnya. Tadi kita cek juga pompanya sudah berfungsi,” ujarnya.
Segmen 1 Dianggarkan Rp10,6 Miliar
Sementara itu, pembangunan Teras Samarinda Tahap II di Segmen 1, masih terus dilanjutkan. Yakni dengan dukungan anggaran Pemerintah Kota Samarinda sebesar Rp10,6 miliar pada 2026.
Pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur pedestrian sisi darat dan sisi sungai. Kemudian pemasangan lantai Wood Plastic Composite (WPC), serta instalasi mekanikal dan elektrikal pada jembatan.
Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Penyelesaian Segmen 1 menjadi penting untuk memastikan konektivitas antarkawasan Teras Samarinda, dapat tersambung secara optimal.
Andi Harun menjelaskan, bentang kawasan Teras Samarinda yang cukup panjang membuat pembangunan dilakukan secara bertahap. Karena itu, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang akan berlangsung hingga Desember.
Pemkot Samarinda berharap pekerjaan yang tersisa dapat dituntaskan sebelum pergantian tahun 2026 menuju 2027 sehingga kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal.
Fasilitas Masih Dievaluasi
Dalam peninjauan terakhir, Andi Harun juga mengecek sejumlah fasilitas di kawasan Teras Samarinda. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi rumput yang terdampak musim kemarau.
Selain sistem penyiraman, pemerintah juga mengevaluasi fasilitas interior di sejumlah ruangan. Masih terdapat beberapa perlengkapan lama, termasuk sofa yang dinilai perlu disesuaikan dengan konsep bangunan baru.
Fasilitas yang masih layak digunakan akan dipertahankan. Sementara perlengkapan yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan gedung akan dievaluasi untuk dilakukan penggantian.
Pemerintah juga meminta penyedia jasa tetap menyelesaikan pekerjaan minor yang masih tersisa. Meskipun kawasan nantinya telah dibuka untuk masyarakat.
Kebersihan Dibagi Berdasarkan Segmen
Selain pembangunan fisik, Pemkot Samarinda mulai menyiapkan pola pengelolaan kebersihan Teras Samarinda. Andi Harun mengatakan panjangnya bentang kawasan membuat pengelolaan kebersihan tidak efektif, apabila seluruh tanggung jawab diberikan kepada satu perangkat daerah.
“Kita analisis dan pelajari, kalau diserahkan semua ke satu dinas akan kewalahan karena panjang segmennya,” jelasnya.
Karena itu, tanggung jawab kebersihan akan dibagi berdasarkan segmen kawasan. Pembagian tersebut akan disesuaikan dengan lokasi dan kemampuan masing-masing perangkat daerah.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan kebersihan lebih efektif. Sekaligus memastikan seluruh bagian Teras Samarinda tetap terawat setelah digunakan masyarakat.
Dengan berbagai penyempurnaan tersebut, Pemkot Samarinda tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan, tetapi juga menyiapkan sistem pengelolaan kawasan agar Teras Samarinda dapat menjadi ruang publik yang nyaman, tertata dan berkelanjutan.
Segmen 3 yang telah rampung secara fisik kini memasuki tahap akhir sebelum dibuka untuk masyarakat, sementara Segmen 1 masih dikebut dengan target penyelesaian akhir Desember 2026.
Penulis: Hanafi
Editor: Muhammad Rafi’i



