SAMARINDA – Lebih dari setengah juta murid di sejumlah daerah di Indonesia sudah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap karhutla. Di Kaltim, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung normal meski kebakaran terus meluas sepanjang Agustus 2026.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan, hingga 11 Agustus 2026 terdapat 3.524 satuan pendidikan yang menerapkan PJJ dengan jumlah murid mencapai 571.338 orang.
PJJ diterapkan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Di antaranya Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Palangka Raya, Kotawaringin Timur hingga Banjarbaru.
Jumlah sekolah yang berpotensi terdampak jauh lebih besar. Kemendikdasmen mencatat 54.743 satuan pendidikan dengan lebih dari 6 juta murid di 12 provinsi berpotensi terpapar asap karhutla.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah menempatkan keselamatan murid sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran selama bencana karhutla.
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien,” kata Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga menyiapkan pembaruan Surat Edaran Menteri mengenai protokol pembelajaran darurat asap. Sekolah dapat menyesuaikan pola pembelajaran apabila kondisi udara mulai berisiko terhadap kesehatan murid.
Kondisi ini perlu diantisipasi di Kaltim. Pemprov Kaltim telah menetapkan status Siaga Bencana Karhutla setelah kebakaran meningkat sepanjang Agustus.
Data BPBD Kaltim mencatat 430 kejadian karhutla dengan luas terbakar 1.260,92 hektare sejak Januari hingga 22 Agustus. Sebanyak 1.027,94 hektare di antaranya terbakar hanya dalam 22 hari pertama Agustus. Per 23 Agustus, sebanyak 594 hotspot juga terpantau tersebar di sejumlah daerah.
Kabut asap bahkan sempat mengganggu penerbangan di Berau setelah jarak pandang di sekitar Bandara Kalimarau menurun.
Meski demikian, hingga Selasa (25/8/2026) pagi belum ada keputusan Disdikbud Kaltim untuk mengalihkan pembelajaran SMA, SMK dan SLB menjadi PJJ. Belum ada pula surat edaran khusus mengenai perubahan pola pembelajaran akibat kabut asap.
Situasinya berbeda dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan. Pontianak kembali mengalihkan pembelajaran PAUD/TK hingga SMP secara daring mulai Senin (24/8/2026) karena kualitas udara belum membaik.
Banjarbaru juga memberlakukan PJJ pada seluruh satuan pendidikan selama 24–28 Agustus akibat kabut asap karhutla. (MK/ant)
Editor: Agus S.



