SAMARINDA – Kritik pedas dilontarkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Gedung PKK Kota Samarinda, Minggu (28/6/2026) atas tidak adanya representasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan bahwa kehadiran pejabat atau perwakilan resmi pada sebuah agenda pemerintahan merupakan bentuk penghormatan terhadap penyelenggara maupun peserta yang telah mempersiapkan kegiatan.
Ia mengaku sebelumnya telah menyesuaikan agenda kedinasannya karena mendapat informasi bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut. Namun hingga acara berlangsung, baik gubernur maupun wakil gubernur tidak hadir secara langsung.
Menurut Andi, apabila seorang kepala daerah berhalangan menghadiri suatu kegiatan, maka semestinya ada pendelegasian kepada pejabat lain agar institusi pemerintahan tetap terwakili.
“Saya selalu berprinsip, kalau tidak bisa hadir saya tugaskan Wakil Wali Kota. Kalau beliau juga berhalangan, ada Sekda, kemudian asisten atau staf ahli. Yang terpenting, pemerintah tetap hadir melalui perwakilannya,” ujarnya.
Ia menilai pola pendelegasian seperti itu merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus bentuk penghargaan terhadap pihak yang mengundang.
Di sisi lain, Andi tetap mengapresiasi penyelenggaraan HKG PKK yang dinilai berjalan lancar meski dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Samarinda, Hj Rinda Wahyuni Andi Harun, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat efisiensi anggaran dan dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, Kota Samarinda menjadi tuan rumah dengan pembiayaan sekitar Rp150 juta, jauh lebih kecil dibanding pelaksanaan HKG pada umumnya yang membutuhkan anggaran hingga miliaran rupiah.
“Seluruh pembiayaan kegiatan ditangani oleh Kota Samarinda. Dari pihak provinsi hanya membantu penyediaan hadiah bagi para pemenang lomba,” kata Rinda.
Meski demikian, pelaksanaan HKG tetap mampu menghadirkan sekitar 1.500 hingga 2.000 kader PKK dari 10 kabupaten dan kota di Benua Etam.
Berbagai agenda diselenggarakan selama dua hari, mulai dari pameran produk UMKM, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, hingga perlombaan yang mengangkat isu-isu aktual seperti pencegahan stunting, edukasi bahaya judi online, serta penguatan peran keluarga dalam pembangunan masyarakat.
Rinda berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh kader PKK selama pelaksanaan HKG dapat terus menjadi modal dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga di daerah.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



