Warga Gunung Mulya Soroti Kondisi SDN 20, DPRD Samarinda Siap Tinjau Kebutuhan Rehabilitasi

Foto: Reses Masa Persidangan II Anggota DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Sempaja Selatan, Gunung Mulya, RT 09. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pelaksanaan Reses Masa Persidangan II Anggota DPRD Kota Samarinda di RT 09 Gunung Mulya, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi.

Di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, masyarakat tetap antusias mengikuti kegiatan dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Selain persoalan kebutuhan air bersih, kondisi infrastruktur pendidikan menjadi perhatian serius warga. Mereka menyoroti bangunan SDN 20 yang dinilai sudah membutuhkan rehabilitasi menyeluruh setelah puluhan tahun berdiri tanpa perbaikan total.

Ketua RT 09 Gunung Mulya mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan usulan rehabilitasi, namun hingga kini belum ada realisasi yang signifikan.

Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat parsial pada bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

“SDN 20 kami sudah beberapa tahun dijanjikan akan direhabilitasi, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Sejak tahun 1984 sekolah ini belum pernah direhab total, hanya perbaikan pada bagian yang rusak saja,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi warga, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:   PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, DPRD Apresiasi Kinerja Pajak Daerah

Kondisi tersebut menimbulkan harapan besar dari masyarakat agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendidikan di wilayah mereka.

Warga menilai keberadaan sarana pendidikan yang layak sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Samarinda sekaligus Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Ia menegaskan perlu melihat langsung kondisi bangunan sekolah sebelum berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai langkah yang dapat dilakukan.

“Untuk masalah SD, nanti kita lihat dulu kondisinya di lapangan seperti apa. Setelah itu akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait,” kata Arie.

Menurutnya, peninjauan langsung diperlukan agar kebutuhan rehabilitasi dapat dipetakan secara tepat, baik terkait kondisi bangunan, fasilitas penunjang, maupun skala prioritas perbaikan yang dibutuhkan sekolah.

Meski pada kesempatan tersebut fokus utama pembahasan masih tertuju pada penyelesaian persoalan air bersih, Arie memastikan aspirasi mengenai infrastruktur pendidikan tetap menjadi perhatian.

Baca Juga:   Dispora Kaltim Perkuat Kolaborasi dengan Organisasi Kepemudaan untuk Pembangunan SDM

Ia menyebut setiap masukan yang disampaikan warga dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang ada.

Warga pun berharap peninjauan yang dijanjikan dapat menjadi langkah awal menuju rehabilitasi menyeluruh SDN 20, sehingga sekolah yang telah berdiri selama lebih dari empat dekade itu dapat memiliki fasilitas yang lebih layak dan mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.(adv/dprdsamarinda)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER