Ary Goliath Meriahkan HUT ke-16 SMK Medika: Siap Hibur Masyarakat Samarinda

Foto: Ary Goliath dan Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 SMK Medika Samarinda tahun ini tampil berbeda. Bukan sekadar seremoni internal sekolah, institusi pendidikan vokasi itu justru membuka panggung hiburan gratis bagi warga Kota Samarinda lewat rangkaian konser bertajuk Ramayana Fair.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, menyebut perayaan kali ini sebagai momen istimewa karena menghadirkan sejumlah pengisi acara nasional, mulai dari Ari Goliath, Ainda dan Nia. finalis DA 7 Indosiar, hingga DJ Pehol.

“Ini bukan hanya hiburan untuk keluarga besar SMK Medika, tapi kami niatkan sebagai hak masyarakat Samarinda. Ini bentuk pengabdian kami kepada publik,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Di tengah sorotan biaya pendidikan dan keterbatasan akses hiburan publik, SMK Medika memilih ‘menyumbang’ dalam bentuk konser gratis, bukan bantuan finansial langsung.

Menurut MusMulyadi, langkah tersebut selaras dengan kemampuan institusi sekaligus menjadi sarana edukasi nonformal bagi siswa.

“Anak-anak tidak hanya terhibur, tapi mendapatkan pengalaman langsung dunia musik. Musik itu industri, dan bisa menjadi sumber penghidupan,” katanya.

Baca Juga:   Lima Rumah di Samarinda Seberang Hangus Terbakar, Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman

Namun, di balik kemeriahan panggung, SMK Medika menyimpan ambisi yang lebih besar: membuka kelas khusus musik, bahkan merintis jurusan seni musik di masa depan.

“Bidang olahraga kami sudah nasional, teknologi juga sudah. Yang belum hanya musik. Ini embrio agar Medika tidak hanya dikenal sebagai sekolah kesehatan dan teknologi,” ungkapnya.

Pak Mus tak menampik bahwa selama 16 tahun berdiri, prestasi SMK Medika masih didominasi sektor olahraga. Futsal menjadi ikon, dengan raihan juara nasional di berbagai ajang, dua alumni menembus tim nasional, serta puluhan lainnya bermain di liga profesional.

Di bidang lain, siswa SMK Medika juga mencatat prestasi nasional, mulai dari lomba infografis di Universitas Gadjah Mada, Mobile Legends tingkat nasional di Universitas Negeri Surabaya, hingga atlet lari maraton dan keterlibatan siswa dalam PON Kaltim.

“Musik memang belum punya prestasi. Justru itu tantangan kami ke depan,” katanya.

Sementara itu Musisi nasional Ary Irawan, atau dikenal sebagai Ary Goliath, yang hadir sebagai bintang tamu, melihat langkah SMK Medika sebagai upaya progresif di tengah perubahan besar industri musik.

Baca Juga:   Infrastruktur Belum Merata, DPRD Samarinda Minta Pemkot Tidak Abaikan Pembangunan di Kawasan Pinggiran

“Industri musik sekarang luar biasa. Isu royalti saja sudah jadi pembahasan nasional. Tapi tantangan terbesarnya justru teknologi, khususnya AI,” ujar Ary.

Ia menilai kecerdasan buatan telah mengubah cara produksi musik secara drastis. “Dulu bikin musik susah. Sekarang lima detik sudah jadi. Itu bahaya bagi kreativitas kalau dipakai sepenuhnya,” katanya.

Menurut Ari, AI tak bisa dilawan, namun harus ditempatkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti proses kreatif manusia.

“Kalau semua diserahkan ke AI, orang yang tidak punya kapasitas pun bisa jadi musisi. Sama seperti sekarang, orang yang tidak bisa jadi wartawan bisa terlihat seperti wartawan karena AI,” kritiknya.

Terakhir, ia juga mengucapkan selamat dan harapan bagi siswa SMK Medika Samarinda sebagai insan masa depan yang mengemban tugas memajukan daerah dan negara.

“Semoga di ulang tahun yang ke-16 ini SMK Medika Samarinda diberikan kesuksesan, dan siswanya terus maju dan beradaptasi dengan teknologi,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER