Relawan saat memadamkan api yang berkobar dari atas genteng. (Dimas/Media Kaltim)
SAMARINDA – Musibah kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Jalan Pangeran Bendahara, RT 7 Gang Sepakat, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Rabu (17/6/2026) siang.
Api yang berkobar hebat sekitar pukul 12.04 WITA tersebut, menghanguskan sedikitnya lima bangunan rumah. Terdiri dari empat rumah tunggal dan satu bangunan bangsalan empat pintu.
Pantauan di lokasi kejadian, warga sekitar sempat panik dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran datang, warga juga bahu-membahu menyelamatkan barang-barang berharga milik tetangga yang rumahnya terdampak.
Salah satu saksi mata, Abdul Muis (43), menceritakan detik-detik saat api mulai membesar. Ia mengaku melihat kobaran api pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan.
”Asal api dari belakang, pas saya lihat sudah membesar. Saya tidak tahu pasti awal mulanya karena posisinya sudah besar sekali. Rata-rata bangunan di sini memang terbuat dari kayu semua, jadi api cepat sekali merambat,” ujar Muis saat ditemui di lokasi.
Muis bahkan sempat mendengar suara ledakan dari salah satu kamar di lantai atas sebelum ia memutuskan untuk segera menjauh dari lokasi. “Ada ledakan dari kamar atas, sepertinya dari instalasi listrik. Saya langsung lari keluar setelah sempat menyelamatkan beberapa unit motor milik teman yang rumahnya sedang kosong,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan personel dari lima posko untuk mengantisipasi meluasnya api, mengingat kawasan tersebut didominasi bangunan kayu.
”Kami menerima informasi pukul 12.04 WITA. Total ada lima bangunan yang hangus. Alhamdulillah, proses pemadaman bisa kami selesaikan dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit,” jelas Hendra.
Mengenai kendala di lapangan, Hendra menyebut akses gang yang sempit menjadi tantangan utama. Namun, beruntung posisi lokasi yang dekat dengan sungai memudahkan petugas dan relawan dalam menyuplai air menggunakan pompa portabel.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beruntung, sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini.
Mengingat ini merupakan kejadian kebakaran ketiga di wilayah Samarinda Seberang dalam kurun waktu sepekan terakhir, Hendra mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan sadar akan potensi bahaya kebakaran.
”Kami terus mengimbau agar masyarakat lebih peduli dan aware. Minimal, setiap rumah wajib memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan dini. Kita harus sadar bahwa bahaya kebakaran itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya,” pungkas Hendra.
Pewarta: Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i



