spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Waspada, Curah Hujan Tinggi 5 Hari ke Depan

SAMARINDA – Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama 10 hari sejak tanggal 1 hingga 10 Februari 2023, sejumlah wilayah menghadapi curah hujan yang cukup tinggi. Artinya, masih 5 hari ke depan diperkirakan curah hujan masih tinggi.

Dari data yang diterima media ini, Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk wilayah yang akan menghadapi curah hujan tinggi dan sangat tinggi. Wilayah lain, seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Utara (Kaltara).

“Berdasarkan prediksi peluang curah hujan dasarian (10 harian) ke-3 di bulan Januari pada satu dasarian kedepan (Tanggal 1-10 Februari 2023), terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi pada beberapa Kabupaten/Kota di provinsi. Dengan status Waspada, Siaga dan Awas,” dikutip dari rilis BMKG yang ditanda tangani oleh Kepala BMKG, Cahyo Nugroho, Minggu (5/2/2023).

Berdasarkan prakiraan berbasis dampak dari BMKG, hingga tanggal 7 Februari mendatang sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara yang meliputi sebagian Kabupaten Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat dan Sumba Timur juga akan mengalami hujan lebat.

Baca Juga:   Isran: Manajemen baru BPD Kaltim Harus Dorong Pengembangan Dunia Usaha

“Dampak hingga tanggal 7 Februari 2023, potensi dampak hujan lebat dengan status SIAGA perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk disertai angin kencang diperkirakan akan terjadi di kawasan Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB dan sebagian besar wilayah NTT.

“Potensi Curah hujan tinggi tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti potensi longsor, banjir bandang, banjir dan genangan pada dataran rendah di kawasan perumahan maupun lahan pertanian/perkebunan, dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian atau perkebunan,” jelasnya.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan terkait dengan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah lainnya yang memiliki curah hujan rendah.

“Kondisi curah hujan rendah ini jika tidak diantisipasi dengan baik,dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab untuk melakukan pembakaran sehingga mengakibatkan peningkatan peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (vic)

BERITA POPULER