Viral Terekam Berjoget Saat Demo, ASN Pemprov Kaltim Bakal Diperiksa

SAMARINDA – Di saat massa Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menyuarakan tuntutan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), seorang aparatur sipil negara (ASN) justru terekam kamera drone sedang berjoget di dalam gedung. Rekaman tersebut menuai sorotan publik dan kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan seorang pria di lantai enam Kantor Gubernur Kaltim melakukan gerakan seperti berjoget ketika demonstrasi berlangsung, Rabu (4/11/2026).

Perilaku tersebut menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasi. Terlebih, aksi GERAM membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan yang menjadi perhatian publik di Kaltim.

Menanggapi rekaman tersebut, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, A. M. Fitra Firnanda, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan internal untuk memastikan kebenaran video, termasuk mengidentifikasi orang yang terekam.

Jika terbukti merupakan ASN di lingkungan Pemprov Kaltim dan tindakan itu dilakukan saat demonstrasi berlangsung, yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Pemprov juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat terkait kemungkinan tindak lanjut dan sanksi.

Baca Juga:   Soal Pendapatan Legislator Yang Disorot, Ketua DPRD Kaltim: Tidak Etis Dipertanyakan

“Iya, nanti kita cek di internal kami. Kalau memang benar, kita adakan pemanggilan. Tentunya nanti kita serahkan kepada pihak Inspektorat untuk apakah ada sanksi atau bagaimana. Nanti kita konsolidasikan dulu di dalam,” ujarnya.

Fitra mengakui, apabila tindakan tersebut benar dilakukan saat demonstrasi berlangsung, perilaku itu dapat dinilai sebagai bentuk tidak adanya empati terhadap massa yang sedang menyampaikan aspirasi.

Namun, ia belum bersedia menyimpulkan lebih jauh lantaran belum melihat langsung rekaman video yang dimaksud.

“Artinya kalau tindakan itu benar, memang jelas itu tidak ada empati. Hanya saja kami belum melihat videonya seperti apa, joget yang dilakukan itu seperti apa. Makanya saya belum bisa banyak komentar untuk itu,” jelasnya.

Pemprov Kaltim pun akan menelusuri kejadian tersebut sebelum menentukan langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemberian sanksi melalui mekanisme pemeriksaan internal.

“Iya artinya kalau tindakan itu benar memang jelas itu near empathy. Hanya saja kan kita kami belum melihat nih videonya seperti apa, joget yang dilakukan itu seperti apa,” ucapnya.

Baca Juga:   Komisi II Soroti Hilangnya Klausul Setoran PI ke Kas Daerah

“Kemudian makanya saya belum bisa banyak komentar untuk itu,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Nicha R

BERITA POPULER