Foto: Lokasi kejadian awal terseretnya dua bocah di Bendungan Benanga. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Upaya pencarian terhadap dua bocah yang tenggelam di Bendungan Benanga, Kelurahan Lempake, akhirnya tuntas setelah jasad korban terakhir ditemukan pada Selasa (28/10/2025) siang. Penemuan tersebut menjadi akhir dari operasi SAR yang berlangsung penuh tantangan sejak musibah terjadi dua hari lalu.
Koordinator Tim SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan bahwa sejak pagi tim gabungan terus memaksimalkan penyisiran di titik-titik yang dianggap rawan. Penyusuran dilakukan baik melalui jalur permukaan maupun penyelaman di celah-celah yang sulit dijangkau.
“Kita mulai sejak pukul 07.00 WITA. Ada beberapa titik dicurigai sebagai tempat korban tersangkut, tapi sorti awal belum menunjukkan tanda apa pun,” jelas Mardi.
Meskipun cuaca sempat mengharuskan tim istirahat sejenak, upaya pencarian tetap dilanjutkan setelah adanya laporan dari warga setempat terkait adanya objek seperti tubuh manusia yang terbawa arus di bagian hilir bendungan.
“Begitu laporan masuk, tim bergerak cepat menggunakan perahu untuk memastikan. Dan benar, setelah dicek itu adalah korban yang dicari,” ujar Mardi.
Proses evakuasi berlangsung secara hati-hati karena kondisi arus yang masih kuat serta rintangan berupa kayu dan bebatuan di dasar sungai. Korban berhasil diamankan dan dibawa ke posko untuk proses identifikasi, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.
Atmosfer duka tak dapat dibendung begitu keluarga memastikan identitas korban. Doa dan pelukan mengiringi keberangkatan jenazah menuju rumah sakit, menjadi simbol berakhirnya kecemasan yang meliputi warga selama masa pencarian.
Mardi menjelaskan bahwa medan pencarian di Benanga tergolong sulit. Meski debit air menurun, arus di bagian bawah tetap deras sehingga tubuh korban mudah terbawa jauh dari titik awal hilang. Tercatat, lokasi penemuan berada sekitar satu kilometer ke arah hilir.
“Hambatan di bawah banyak. Itu yang membuat pencarian membutuhkan waktu lebih panjang,” katanya.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dihentikan. Mardi mengapresiasi kerja sama seluruh unsur seperti, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga sekitar yang tak kenal lelah mendukung upaya penyelamatan ini.
“Atas nama seluruh tim, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



