Terminal Lempake Catat Arus Balik Lebaran 2026, Tren Penumpang Tahun Ini Cenderung Menurun

Foto: Penata Layanan Operasional Terminal Lempake, Marsell Reza. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Aktivitas arus balik Lebaran 2026 di Terminal Lempake Samarinda mulai menunjukkan pergerakan sejak H+1 Idulfitri. Meski terjadi peningkatan kedatangan penumpang dalam beberapa hari terakhir, jumlah pemudik tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Penata Layanan Operasional Terminal Lempake, Marsell Reza, mengatakan arus balik mulai terlihat sejak 22 Maret 2026. Namun pada fase awal, pergerakan masih didominasi penumpang yang berangkat dari Samarinda menuju daerah tujuan seperti Bontang dan Sangatta.

“Sejak H+1 sebenarnya arus balik sudah mulai ada, tapi masih lebih banyak keberangkatan dari Samarinda. Baru beberapa hari terakhir kedatangan penumpang dari Bontang dan Sangatta ke Samarinda mulai meningkat,” ujar Marsell saat ditemui di Terminal Lempake, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data terminal, sebanyak 430 penumpang tercatat tiba selama periode H+1 hingga H+3 Lebaran. Rinciannya, 130 penumpang datang pada 22 Maret, meningkat menjadi 180 penumpang pada 23 Maret, dan 120 penumpang pada 24 Maret.

Baca Juga:   Disdikbud Kaltim Sebut Fathur Sengaja Hambat Pemindahan SMAN 10 Samarinda

Mayoritas bus yang tiba di terminal terisi hampir penuh, dengan kapasitas penumpang berkisar 20 hingga 29 orang per armada.

Selama masa Lebaran, frekuensi perjalanan juga mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Untuk keberangkatan dari Samarinda menuju Bontang dan Sangatta tercatat sekitar 10 hingga 12 bus per hari.

Sementara arus balik menuju Samarinda berkisar lima hingga delapan bus setiap harinya, lebih tinggi dibanding hari normal yang hanya empat hingga lima bus.

Marsell memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan, tepatnya 28 hingga 29 Maret 2026, menjelang kembali aktifnya kegiatan kerja dan sekolah pada 30 Maret.

“Karena masuk kerja dan sekolahnya hampir bersamaan, kemungkinan penumpukan penumpang terjadi di akhir pekan,” katanya.

Meski arus balik mulai meningkat, ia menilai pergerakan penumpang Lebaran tahun ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Salah satu penyebabnya adalah jadwal libur yang tidak berlangsung serempak, ditambah kebijakan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tahun lalu sejak H-7 Lebaran sudah terlihat ramai. Tahun ini justru baru terasa mendekati hari H karena jadwal libur masyarakat berbeda-beda,” jelasnya.

Baca Juga:   Ketergantungan Pasokan Luar Daerah Jadi Tantangan Utama Program Makanan Bergizi Gratis Samarinda

Marsell juga mengimbau masyarakat yang akan kembali ke daerah tujuan agar datang lebih awal ke terminal untuk menghindari kehabisan tiket, mengingat sopir bus mengejar jadwal perjalanan pulang-pergi.

“Kalau bisa datang tepat waktu supaya tidak tertinggal bus,” ujarnya.

Adapun layanan angkutan di Terminal Lempake selama periode Lebaran dilayani sejumlah perusahaan otobus, di antaranya PO Arafat Jaya, Jahe Raya, Bone Indah Jaya, Sapulidi, dan Damri.

Penulis: Hadi Winata
Editor:

BERITA POPULER