Foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Adriansyah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda diminta lebih selektif menentukan prioritas pembangunan di tengah upaya efisiensi anggaran hingga 2026 mendatang.
Salah satu proyek yang dinilai perlu ditahan sementara ialah kelanjutan pembangunan Teras Samarinda tahap III.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Adriansyah, mengatakan penundaan tersebut bukan berarti program pembangunan Teras Samarinda dihentikan secara permanen.
Menurut dia, pemerintah perlu melihat kondisi keuangan daerah dan menentukan program yang paling mendesak bagi masyarakat.
“Dalam rangka efisiensi tentu ada skala prioritas. Untuk sementara proyek-proyek yang membutuhkan biaya besar bisa dihentikan sampai kondisi perekonomian kita lebih baik,” ujar Adriansyah.
Ia menyebut beberapa proyek besar di Samarinda telah dan sedang diselesaikan, termasuk pembangunan terowongan.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengalihkan perhatian anggaran ke sektor yang dinilai lebih mendesak, terutama pendidikan dan kesehatan.
Adriansyah menilai Teras Samarinda tetap merupakan program yang baik dan memiliki manfaat bagi perkembangan kota. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak boleh berjalan tanpa mempertimbangkan skala prioritas. Pemerintah harus memastikan anggaran yang tersedia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Dimasa seperti ini, kita harus menyesuaikan. Kita sudah berusaha melalui Teras Samarinda Tahap 2 yang akan dibuka September mendatang, jadi kita fokuskan anggaran untuk sektor lain yang lebih penting,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



