Foto: Giat Mengetuk Pintu Langit yang digelar PT Pegadaian di Kota Samarinda. (PT Pegadaian)
SAMARINDA — Jumat bagi Pegadaian bukan hanya soal berbagi makanan. Di balik paket makanan siap saji yang dibagikan kepada masyarakat, ada pelaku usaha lokal dan UMKM yang ikut mendapatkan manfaat.
Hal itu terlihat dalam program sosial Mengetuk Pintu Langit yang digelar PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IV Balikpapan melalui Area Samarinda.
Program tersebut rutin dilaksanakan setiap Jumat dengan membagikan makanan siap saji kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar kantor cabang Pegadaian.
Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan. Makanan yang dibagikan juga disiapkan dengan melibatkan pelaku usaha lokal, mitra binaan, dan UMKM.
Dengan pola tersebut, satu kegiatan sosial diharapkan memberi manfaat dari dua arah. Masyarakat menerima makanan, sementara pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk menjalankan usahanya.
Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda, Andika Dwi Prasetya, mengatakan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian agar kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan bisa memberikan manfaat lebih luas.
“Kami melihat Mengetuk Pintu Langit sebagai kegiatan yang memberikan manfaat dari dua sisi. Masyarakat dapat menerima makanan siap saji, sementara pelaku UMKM dan usaha lokal mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam penyediaan makanan,” kata Andika.
Menurut dia, keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Sebab, kegiatan sosial tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapannya, kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Program Mengetuk Pintu Langit sendiri merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian.
Kegiatan dilakukan secara berkala di wilayah kerja Area Samarinda sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kalimantan, Rinaldi Lubis, menegaskan bahwa keberadaan Pegadaian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan layanan keuangan.
Menurutnya, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama lingkungan sosial di sekitarnya.
“Pegadaian tidak hanya hadir untuk memberikan layanan keuangan, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat,” ujar Rinaldi.
Ia menyebut Mengetuk Pintu Langit menjadi salah satu cara insan Pegadaian untuk membangun budaya berbagi sekaligus mendukung masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Kami berharap semangat berbagi ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya Pegadaian,” katanya.
Bagi Pegadaian, pembagian makanan setiap Jumat tersebut bukan sekadar agenda sosial rutin. Di dalamnya ada upaya membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk ikut bergerak.
Dengan begitu, kebaikan yang dibagikan tidak hanya berhenti di tangan penerima makanan, tetapi juga ikut mengalir kepada pelaku usaha yang berada di balik penyediaannya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



