SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda akan memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas polemik Pasar Pagi yang tak kunjung tuntas.
Rapat dengar pendapat (RDP) ini dijadwalkan berlangsung pekan depan dengan menghadirkan Dinas Perdagangan (Disdag), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta pihak terkait lainnya.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyinkronkan data sekaligus mencari kejelasan atas berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Kita akan dudukkan semuanya bersama, termasuk Disdag dan BPKAD. Ini perlu dibahas secara terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan ini juga berkaitan dengan evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda.
DPRD ingin memastikan data yang disampaikan dalam laporan tersebut sesuai dengan kondisi riil, khususnya terkait jumlah dan status pedagang Pasar Pagi.
Iswandi mengungkapkan, dari total 2.505 pedagang yang tercatat, hanya 1.930 yang memiliki legalitas jelas.
Sementara sisanya masih terdiri dari berbagai kategori, termasuk penyewa dan pedagang yang belum terdata secara resmi.
“Status pedagang ini harus diperjelas. Ada yang pegang SKTU, KPV, sampai yang belum masuk data. Ini tidak boleh abu-abu,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya ratusan kios yang diduga disewakan, yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakteraturan dalam penataan pasar.
Tak hanya soal data, realisasi pembagian kios tahap pertama juga menjadi perhatian. Dari target lebih dari 1.800 unit, baru sekitar 1.469 kios yang terealisasi.
“Masih ada sisa yang belum terisi. Ini perlu dijelaskan kenapa belum tuntas,” ucapnya.
Iswandi turut mengkritik sulitnya akses data dari Dinas Perdagangan. Ia menyebut permintaan informasi kerap tidak dipenuhi dengan alasan menunggu arahan dari wali kota.
“Kalau DPRD saja kesulitan mendapatkan data, ini jadi tanda tanya. Transparansi harus dijaga,” tegasnya.
Melalui RDP mendatang, DPRD berharap seluruh pihak dapat memberikan penjelasan yang komprehensif sehingga persoalan Pasar Pagi segera menemukan titik terang.
“Kita ingin ada solusi konkret, jangan sampai masalah ini terus berlarut,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Deksy



