Foto: Kedatangan Jamaah Haji Kloter 15 Samarinda di Bandara Intenasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada 8 Juli 2025. (Dok.Kemenag Samarinda)
SAMARINDA – Samarinda kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan jumlah jamaah haji terbanyak di Kalimantan Timur pada musim haji 2026.
Dari total alokasi provinsi, Kota Tepian memperoleh kuota sebanyak 1.029 jamaah reguler, ditambah 42 kuota khusus bagi jamaah lanjut usia.Tingginya angka tersebut tidak lepas dari panjangnya daftar tunggu haji di Samarinda.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan, menyebut jumlah pendaftar haji di ibu kota provinsi itu telah mencapai lebih dari 20 ribu orang.
“Daftar tunggu jamaah haji di Samarinda saat ini berada di angka 20.303 orang. Ini yang tertinggi di Kalimantan Timur, sehingga berdampak langsung pada besarnya kuota yang diterima tahun 2026,” kata Mukhlis Hasan di Samarinda, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, penentuan kuota haji kini mengacu pada sistem waiting list. Daerah dengan jumlah pendaftar lebih besar otomatis memperoleh alokasi jamaah yang lebih banyak dibandingkan wilayah dengan antrean lebih pendek.
“Skema ini membuat kota-kota dengan animo pendaftaran tinggi, seperti Samarinda, mendapatkan porsi yang lebih besar. Jamaah yang mendaftar sejak tahun-tahun awal mulai terakomodasi secara bertahap,” jelasnya.
Selain kuota reguler, perhatian juga diberikan kepada jamaah lanjut usia. Untuk tahun 2026, Samarinda mendapatkan jatah 42 jamaah lansia yang diprioritaskan berdasarkan usia tertua, meskipun masa tunggunya belum sepenuhnya terpenuhi.
“Ini bentuk keberpihakan pelayanan kepada jamaah lansia agar mereka tetap memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji,” ujar Mukhlis.
Dengan besarnya jumlah jamaah yang akan diberangkatkan, pihak Kementerian Agama berharap kesiapan calon jamaah asal Samarinda terus ditingkatkan, khususnya dari sisi kesehatan dan pembekalan manasik, agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan aman dan lancar.
“Jelas dari aspek kesiapan harus diselaraskan dengan besarnya jumlah jamaah mulai dari kesehatan hingga pembekalan nantinya,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



