Foto: Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penyaluran dana pendidikan Gratispol kepada tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) di Kaltim.
Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp 44,15 miliar, dan seluruh pimpinan kampus diminta memastikan dana tersebut dipakai secara optimal untuk meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan bahwa dana ini harus menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Menurutnya, akses pendidikan yang terjangkau menjadi kunci penting dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya instruksikan dana ini wajib digunakan seoptimal mungkin dan tepat sasaran. Prioritasnya adalah keringanan biaya studi, terutama UKT mahasiswa,” tegas Rudy Mas’ud pada Kamis (13/11/2025).
Alokasi Dana Gratispol untuk 7 PTN
Penyaluran dana dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing kampus. Berikut rincian alokasi yang telah disetujui:
1. Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sebesar Rp 22.454.300.000
2. Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sebesar Rp 6.382.100.000
3. UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda – Rp 4.898.600.000
4. Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan – Rp 4.680.500.000
5. Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda – Rp 3.562.940.000
6. Politeknik Negeri Balikpapan – Rp 1.570.360.000
7. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda – Rp 604.800.000
Dengan pencairan ini, Rudy Mas’ud meminta para rektor dan direktur politeknik segera menindaklanjuti penerimaan dana tersebut, termasuk melakukan verifikasi di rekening masing-masing kampus.
Pemprov Kaltim berharap pemanfaatan anggaran ini berdampak langsung pada mahasiswa, terutama dalam meringankan UKT serta mendukung kegiatan akademik yang menunjang mutu pendidikan tinggi di daerah.(adv/jer/diskominfokaltim)
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



