Foto: Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Kota Samarinda kembali berlanjut. Pemerintah kota kini menggeber pelaksanaan jargas tahap kedua dengan penekanan utama pada faktor keselamatan dan ketertiban lingkungan selama proses konstruksi berlangsung.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan proyek telah rampung.
Mulai dari administrasi, lelang pekerjaan, hingga penyiapan teknis lapangan, seluruhnya telah memasuki fase eksekusi. Saat ini, aktivitas di lapangan difokuskan pada pemetaan jalur pipa serta penggalian awal di sejumlah ruas jalan.
Salah satu titik pengerjaan berada di kawasan Jalan Biawan, yang menjadi bagian dari lintasan utama jaringan gas tahap lanjutan.
Menurut Marnabas, proyek ini sejak awal dirancang dengan standar keamanan tinggi. Hal tersebut mengingat distribusi gas membutuhkan sistem yang tertutup sempurna dan bebas risiko kebocoran sebelum dioperasikan.
“Untuk jargas, tidak bisa sembarang. Pipa utama harus terpasang penuh, diuji tekanan, dan dipastikan benar-benar aman sebelum disambungkan ke rumah warga,” ujarnya.
Dalam proses awal pengerjaan, pemerintah kota juga menyesuaikan rencana teknis di lapangan demi menjaga kondusivitas wilayah.
Lokasi penempatan material pipa yang semula direncanakan di Jalan Nuri akhirnya dialihkan setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat sekitar.
“Kami langsung carikan alternatif lokasi yang tidak menimbulkan gangguan. Prinsipnya, proyek berjalan, masyarakat tetap nyaman,” tambahnya.
Melalui pembangunan tahap kedua ini, Pemkot Samarinda menargetkan sekitar 7.600 sambungan rumah baru. Berdasarkan jadwal kontrak, proyek diperkirakan berlangsung selama delapan bulan dengan target layanan gas rumah tangga dapat dinikmati masyarakat pada pertengahan 2026.
Pemerintah kota berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan, meski untuk sementara waktu aktivitas penggalian dapat memengaruhi akses jalan.
“Kami menilai jargas sebagai solusi energi jangka panjang yang lebih efisien, stabil, dan ekonomis bagi kebutuhan rumah tangga, tentunya dilaksanakan secara bertahap,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



