Peserta Talent Show di Teras Samarinda Keluhkan Dugaan Kekerasan dan Buruknya Manajemen Acara

Foto: Suasana kericuhan yang terjadi dalam pelaksanaan Gebyar Nusantara di Teras Samarinda, Kamis (1/5/2026) malam. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Pelaksanaan acara Gebyar Nusantara yang digelar di kawasan Teras Samarinda, Kamis (1/5/2026) malam, mendapat keluhan dari sejumlah peserta talent show. Mereka menyoroti buruknya manajemen acara hingga dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan salah satu panitia terhadap peserta yang masih berstatus pelajar.

Informasi tersebut diterima redaksi Media Kaltim dari salah satu peserta yang menghubungi redaksi dan mengirimkan sejumlah potongan video suasana kericuhan di lokasi acara. Dalam keterangannya, peserta tersebut mengaku kecewa dengan jalannya kegiatan yang dinilai tidak profesional dan merugikan para penampil.

“Sudah standby dari sore sampai tengah malam, tapi tidak ada kepastian tampil. Saat dipertanyakan malah terjadi keributan,” ungkap salah satu peserta kepada Media Kaltim.

Berdasarkan informasi yang diterima, sedikitnya terdapat 31 penampil talent show yang harus menunggu berjam-jam akibat molornya agenda fashion show yang berlangsung lebih lama dari rundown awal.

Dalam jadwal yang disampaikan panitia, penampilan talent show seharusnya dimulai sekitar pukul 21.30 WITA. Namun hingga larut malam, sebagian peserta belum juga mendapatkan giliran tampil.

Baca Juga:   Gegara Korsleting Listrik, 2 Rumah & 1 Unit Motor Dijalan Milono Dilahap Jago Merah

Kondisi tersebut memicu kebingungan dan kelelahan para peserta yang mayoritas sudah berada di lokasi sejak sore hari. Beberapa peserta bersama pelatih kemudian mendatangi panitia untuk meminta kejelasan terkait urutan tampil.

Panitia disebut sempat memberikan dua opsi, yakni tetap tampil malam itu atau dijadwalkan ulang keesokan harinya. Salah satu tim kemudian memilih tetap menunggu demi tampil sesuai jadwal malam tersebut.

Namun hingga sekitar pukul 00.30 WITA, peserta yang bersangkutan disebut belum juga dipanggil naik panggung.

Situasi mulai memanas saat pihak panitia menyampaikan bahwa peserta tidak dapat tampil karena waktu acara telah habis. Peserta hanya diberi pilihan tampil keesokan hari atau menerima piagam tanpa tampil.

Keputusan tersebut memicu kekecewaan karena dinilai mendadak dan tidak disampaikan sejak awal.

Keributan kemudian terjadi saat peserta kembali meminta penjelasan. Dalam adu argumen tersebut, ketua panitia disebut sempat menunjuk-nunjuk peserta ketika berbicara.

Tak lama kemudian, diduga terjadi tindakan fisik berupa dorongan terhadap salah satu peserta asal SMAN 5 Samarinda. Pelatih yang mencoba melerai juga disebut ikut terdorong dalam situasi tersebut.

Baca Juga:   Tanah Jalan Pattimura Retak, Dinas PUPR Pera Kaltim Kaji Penanganannya

Insiden itu memicu reaksi peserta lain dan orang tua yang berada di lokasi hingga suasana sempat ricuh antara peserta dengan pihak panitia.

Hingga berita ini diterbitkan, Media Kaltim masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak panitia maupun penyelenggara Gebyar Nusantara terkait insiden tersebut. (MK)

Editor: Agus S

BERITA POPULER