SAMARINDA – Janji pemadaman listrik di Kalimantan Timur (Kaltim) akan berakhir dalam 10 hari kini memasuki hitungan mundur. Jika target tersebut terealisasi, gangguan listrik yang masih dirasakan masyrakat di Kaltim diperkirakan berakhir pada Kamis atau Jumat mendatang.
Namun, apakah ini sekadar janji manis atau fakta?
Terhitung sejak 14 September 2026 saat lawatan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN menjanjikan gangguan listrik di Kaltim segera berakhir.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas kondisi sejumlah pembangkit listrik yang memasok kebutuhan listrik di Kalimantan, termasuk Kaltim.
Hal itu dibeberkan oleh, Rudy Mas’ud usai memimpin rapat mingguan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026).
Rudy mengatakan, gangguan terjadi pada sejumlah Independent Power Producer (IPP) yang selama ini turut menopang sistem kelistrikan Kaltim.
Ia menyebut kapasitas listrik yang terdampak mencapai sekitar 100 megawatt (MW).
“Yang disampaikan itu dikurang sekitar 100 megawatt,” sebutnya.
Menurut Rudy, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh ketersediaan batu bara. Gangguan justru terjadi pada mesin pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan.
“Yang masalah bukan batu baranya, tapi dengan engine-nya yang mereka melaksanakan maintenance overhaul,” ujarnya.
Maintenance overhaul merupakan proses pemeliharaan menyeluruh yang mencakup pemeriksaan sekaligus perbaikan besar pada mesin atau komponen pembangkit.
Rudy menjelaskan, persoalan tersebut terjadi hampir bersamaan pada sejumlah pembangkit sehingga berdampak terhadap pasokan listrik di Kaltim.
“Kebetulan kejadiannya kebersamaan,” katanya.
Meski demikian, pemerintah menyebut perbaikan pembangkit tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Rudy menyampaikan informasi yang diterimanya dari Kementerian ESDM, gangguan tersebut diperkirakan tidak berlangsung lebih dari 10 hari.
“Yang jelas disampaikan tidak lebih dari 10 hari,” tegasnya.
Artinya, masyakat Benua Etam dapat menikmati listrik tanpa gangguan pada Kamis atau Jum’at mendatang.
Hingga saat ini, PT PLN ULP Samarinda Kota masih melakukan pemadaman bergilir pada sejumlah waktu, yakni mulai pukul 10.30 Wita, 13.00 Wita, 18.00 Wita, hingga 21.00 Wita.
Pemadaman tersebut terbagi dalam empat jadwal dengan durasi masing-masing kurang lebih tiga jam.
Kondisi ini membuat pernyataan pemerintah mengenai penyelesaian gangguan dalam waktu 10 hari kini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang masih harus beraktivitas di tengah pemadaman bergilir.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Nicha R



