Pemkot Samarinda Siap Hadapi Dampak Pemangkasan Dana Transfer dari Pusat

Foto: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Di tengah gejolak isu kebijakan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda siap menyesuaikan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) menghadapi proyeksi pemangkasan.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan pemotongan baik Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Menurut Saefuddin, berkurangnya alokasi anggaran akan berimplikasi pada efisiensi program, namun tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan.

“Kalau modalnya berkurang, otomatis kegiatan akan menyesuaikan. Tapi tidak mempengaruhi proses pemerintahan yang berjalan, alhamdulillah,” ujarnya seusai memberikan kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul), Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, Pemkot Samarinda akan tetap memprioritaskan program-program pembangunan sesuai visi-misi kota. Terutama, progran yang berdampak langsung kepada masyarakat, ia pastikan tidak akan terpengaruh.

“Terutama program-program yang sudah kita jalankan, itu yang akan kita laksanakan dan tidak boleh terhenti meskipun ada pemotongan,” tegasnya.

Baca Juga:   Ditinggal Istri 7 Bulan, Pria di Samarinda Nekat Minum Cairan Pembersih Kaca

Lebih lanjut, Saefuddin menyebut pemangkasan anggaran tersebut merupakan dinamika ekonomi nasional yang harus diterima dengan bijak.

Pemkot, lanjutnya, akan fokus pada sektor-sektor vital yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti pelayanan dasar, infrastruktur publik, hingga program pemberdayaan ekonomi warga.

Ia juga mengajak seluruh elemen, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk ikut memberikan masukan dan solusi dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pemuda sangat dibutuhkan agar pembangunan tetap berjalan optimal meski dengan dana terbatas.

“Kita harus tetap menjalankan pembangunan. Yang penting adalah efisiensi, jangan sampai ada program mubazir. Fokus pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER