Pemkot Samarinda Pastikan Revitalisasi Pasar Pagi Siap Beroperasi, Sistem Digital Jadi Penentu Waktu Peresmian

Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda dipastikan telah tuntas dan dinyatakan siap difungsikan kembali. Seluruh uji kelaikan bangunan, termasuk instalasi listrik dan kelengkapan fasilitas dasar, telah rampung sehingga pedagang bisa langsung beraktivitas begitu pasar dibuka.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebutkan bahwa peresmian pasar belum dapat dilakukan dalam waktu dekat bukan karena teknis konstruksi, melainkan menunggu tuntasnya penyiapan sistem tata kelola digital pedagang.

Sistem ini, lanjutnya, menjadi bagian dari pembaruan manajemen pasar agar lebih transparan dan bebas dari praktik calo lapak.

“Sistem yang dipergunakan sekarang lebih modern dan transparan, yang jelas pedagang yang sebelum revitalisasi dilakukan, pasti kami prioritaskan,” tegasnya.

Pemkot menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun pengelolaan lapak kerap menghadapi penyalahgunaan, seperti pengalihan dan penyewaan kembali oleh pihak yang tidak berwenang.

Melalui digitalisasi, seluruh data pedagang hingga status kepemilikan lapak akan terintegrasi, sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara terbuka.

“Dengan sistem baru ini, penyewaan lapak kembali ke aturan semula, hanya pemerintah sebagai pemilik aset yang berhak mengelola. Digitalisasi juga memungkinkan masyarakat ikut mengawasi,” tegas Pemkot.

Baca Juga:   Kenaikan PPN 12 Persen Picu Gelombang Penolakan di Samarinda

Meski pekerjaan fisik pasar telah rampung, terdapat dua pekerjaan tambahan yang bersifat pendukung dan tidak menghambat operasional.

Pertama, pembangunan koridor penghubung yang mengoneksikan Pasar Pagi dengan Citra Niaga serta akses menuju Masjid Darussalam.

Kedua, pemasangan pagar di kawasan Jalan Pandai untuk mengatur kenyamanan pedagang, kelancaran distribusi barang, serta aktivitas warga sekitar.

“Yang jelas tergantung pedagang untuk memakai fasilitas tambahan seperti AC. Tetapi kami pastikan semua syarat dan uji telah dikantongi,” ungkapnya.

Pemkot menyebut dua pekerjaan tersebut tidak menjadi syarat utama peresmian. Fungsional pasar sudah memenuhi standar operasional, termasuk kesiapan sambungan AC di tiap lapak. Pedagang diberi keleluasaan menentukan penggunaan AC karena biaya pemakaian akan ditanggung masing-masing.

Pemerintah menargetkan pasar yang telah direvitalisasi ini bukan hanya menjadi pusat perdagangan yang nyaman dan tertata, tetapi juga memiliki tata kelola modern yang mampu mengakhiri pola lama yang dinilai tidak sehat.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER