Pemadaman Listrik Bergilir Ditargetkan Berakhir Akhir Desember 2026

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan pemadaman listrik bergilir berakhir pada Desember 2026.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Pemprov telah menawarkan tambahan pasokan listrik sebesar 30 megawatt (MW) melalui Perusahaan Daerah (Perusda) PT Ketenagalistrikan Kaltim untuk membantu PT PLN (Persero) memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan, persoalan pemadaman listrik yang sempat berlangsung hingga lima jam setiap tiga hari sekali harus segera dituntaskan.

Ia berharap pemulihan pasokan yang disampaikan PLN dapat menjadi awal berakhirnya gangguan kelistrikan di berbagai wilayah Kaltim.

“Untuk kelistrikan, kemarin sempat terjadi pemadaman bergilir, bahkan sampai lima jam setiap tiga hari sekali. Kami minta Pak GM (PT PLN) menjelaskan,” ujar Seno.

Menurut dia, berdasarkan penjelasan pihak PLN dalam pertemuan tersebut, kondisi pasokan listrik saat ini mulai terpenuhi.

Namun, perbaikan yang tengah dilakukan PLN, membuat pasokan listrik mengalami defisit hingga 100 MW.

Untuk itu, Pemprov Kaltim ingin mengambil peran lebih besar agar kebutuhan listrik masyarakat tidak terus bergantung pada upaya pemulihan pembangkit milik PLN.

Baca Juga:   Pemprov Kaltim Perketat Mitigasi Bencana di Tengah Pengurangan TKD dan Cuaca Tak Menentu

Salah satu langkah yang ditawarkan adalah menjadikan Perusda PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur sebagai pemasok listrik bagi PLN dengan potensi daya mencapai 30 MW.

“Kami berharap daerah juga bisa menjadi pemasok listrik kepada PLN. Supaya Kalimantan Timur ini benar-benar terpenuhi 100 persen kebutuhan listriknya,” kata Seno.

Ia menilai, pemadaman listrik di Kaltim menjadi persoalan yang sulit diterima jika melihat potensi sumber daya energi yang dimiliki daerah ini.

Kaltim merupakan salah satu penghasil batu bara utama di Indonesia dan memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Ke depan, kehadiran pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga diharapkan memperkuat pasokan energi di Kaltim.

Namun, besarnya potensi tersebut harus diikuti dengan kemampuan memastikan listrik tersedia dan dapat dinikmati masyarakat secara merata.

“Tidak boleh Kaltim ini atau masyarakat Kaltim tidak menikmatinya. Kita ingin semua masyarakat Kaltim dari hulu sampai hilir menikmati listrik dengan baik,” tegasnya.

Bagi Pemprov Kaltim, target pemenuhan listrik hingga 100 persen bukan hanya persoalan kecukupan daya, melainkan juga kepastian layanan bagi masyarakat.

Baca Juga:   Hak Daerah Terabaikan, DPR Desak PT ENI Segera Penuhi PI 10 Persen

Pemadaman berulang selama ini mengganggu aktivitas rumah tangga hingga kegiatan usaha. Karena itu, Desember 2026 menjadi tenggat yang dituju untuk mengakhiri pemadaman bergilir.

“Kami berharap kolaborasi dapat berjalan seiring dengan pemulihan pembangkit dan langkah lain untuk menjaga keandalan listrik, dan masyarakat dapat menikmatinya,” tutup Seno Aji.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Nicha R

BERITA POPULER